CIAMIS – Jalan menuju Pondok Pesantren Miftahul Inayah resmi diresmikan pada Senin, 5 Januari 2025, setelah dibangun selama tiga hari tiga malam melalui dana swadaya masyarakat. Pembangunan jalan sepanjang 300 meter tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp159.999.999 dan tidak menerima bantuan sedikit pun dari pemerintah.
Jalan yang berstatus milik UKDP BBWS itu sebelumnya kerap dikeluhkan warga dan para santri karena kondisinya rusak parah dan becek, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat sekitar.
Berangkat dari persoalan itu, warga bersama para alumni, jamaah, dan relawan berinisiatif melakukan pembangunan secara mandiri dengan mengedepankan semangat gotong royong.
Peresmian jalan dilakukan oleh KH. Yayan Ahmad Jalaluddin, S.Ag, tokoh masyarakat sekaligus Pimpinan Umum Pondok Pesantren Miftahul Inayah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut.
“Atas nama inisiator, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, para donatur, dan para pekerja yang dengan ikhlas berjuang. Bahkan banyak di antara mereka yang menolak menerima upah,” ujar KH. Yayan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan semata proyek infrastruktur, melainkan bukti nyata kuatnya nilai kebersamaan dan kemandirian masyarakat.
“Jalan ini menjadi simbol bahwa dengan kebersamaan, kita bisa membebaskan jalan dari becek tanpa harus menunggu atau meminta belas kasihan pemerintah. Ini harus menjadi motivasi bagi kita semua,” tegasnya.
Dengan rampungnya pembangunan jalan tersebut, akses menuju Pondok Pesantren Miftahul Inayah kini jauh lebih layak dan aman, baik bagi santri maupun masyarakat sekitar. Warga berharap semangat gotong royong ini dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain.(Tons)






