
Kepolisian Daerah Jawa Barat menerjunkan unit Anjing Pelacak (K9) untuk membantu proses pencarian korban tertimbun dalam peristiwa longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Tim K9 Polda Jabar dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan dan area yang diduga masih terdapat korban tertimbun material longsoran. Kehadiran anjing pelacak ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian di tengah kondisi medan yang sulit dan tertutup lumpur serta reruntuhan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pengerahan unit K9 merupakan langkah strategis untuk mendukung kerja tim gabungan di lapangan.
“Kami menerjunkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor. Upaya ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan aman bagi seluruh petugas,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Rabu (18/1/2026)
Ia menambahkan bahwa Polda Jabar juga mengerahkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, tim medis, serta relawan, guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.
“Seluruh personel kami bekerja maksimal di lapangan dengan mengedepankan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat. Kami juga mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi bencana karena masih berpotensi terjadi longsor susulan,” tambahnya.
Polda Jabar bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi para korban dan keluarga terdampak, serta memastikan proses pencarian berlangsung hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
(LIA)