Abrasi Irigasi Bantarheulang Mengancam Lahan Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Lakukan Penanganan Cepat

Ciamis – Ancaman abrasi di lokasi saluran irigasi Bantarheulang, Dusun Sukaharja, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, semakin mengkhawatirkan. Erosi yang terjadi tidak hanya merusak tebing saluran, tetapi juga menggerus bagian bawah konstruksi hingga menyebabkan amblas dan mengancam lahan pertanian warga di sekitarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy. Dalam kunjungan koordinasi bersama masyarakat setempat, warga mendorong percepatan langkah penanganan agar dampak abrasi tidak semakin meluas.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, abrasi pada titik irigasi berpotensi mempengaruhi stabilitas aliran air yang menjadi sumber utama pengairan area persawahan masyarakat Desa Bangunharja bahkan sampai ke area persawahan kota Banjar lebih tepatnya area persawahan kecamatan Purwaharja. Jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut dikhawatirkan menurunkan produktivitas pertanian, bahkan berisiko menyebabkan gagal panen.

Sakim, tokoh masyarakat setempat, menegaskan pentingnya perbaikan segera pada saluran irigasi tersebut.

“Perbaikan irigasi dan pembangunan TPT sangat dibutuhkan karena menjadi jalur utama untuk mensuplai air ke area persawahan. Jika tidak diperbaiki, sudah pasti akan berdampak pada gagal panen dan aktivitas ekonomi warga ikut terganggu,” ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy melalui Satuan Kerja SDA OP 3 melakukan kunjungan dan penanganan cepat terhadap kerusakan saluran irigasi di Dusun Sukaharja, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SDA OP 3, Ijang, menyampaikan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat pemerintah dalam mengantisipasi kerusakan infrastruktur irigasi di wilayah rawan bencana.

“Penanganan ini kami lakukan untuk mengamankan saluran irigasi agar tidak jebol serta melindungi lahan pertanian masyarakat. Alhamdulillah, pelaksana dan pengawas bekerja sesuai arahan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujar Ijang melalui sambungan seluler.

Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada rekanan kerja yang berpengalaman, yakni Yudi alias Haji Jalal, dengan tetap mengedepankan sinergi serta kepatuhan terhadap instruksi dan spesifikasi teknis dari PPK.

Manfaat perbaikan saluran irigasi dan pembangunan TPT tersebut pun mulai dirasakan masyarakat. Hendra, selaku Ketua RW sekaligus petani dan tokoh masyarakat setempat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS Citanduy, PPK, dan tim pelaksana. Dengan adanya perbaikan ini, lahan pertanian kami ke depan bisa kembali lancar dan lebih aman dari ancaman longsor,” tuturnya.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *