Menu MBG SPPG BOROGOJOL Diprotes Orang Tua Siswa

Oplus_131072

MAJALENGKA//Faktaformasi.com-
Makan Bergizi Gratis (MBG) Borogojol Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka Jawa Barat. memastikan harga dan komposisi gizi menu MBG yang disajikan SPPG Borogojol pada hari Rabu 25 Februari 2026 menuai protes dari orang tua siswa

Klarifikasi ini disampaikan Budiman pengurus Sppg Borogojol menurutnya kalau Menu dan harga sudah sesui Ahli Gizi unggah nya
menyusul protes warga yang menilai menu berupa Today,s. Menu 25 Februari 2025 Forsi Kecil Lumfia Ubi Coklat Rp 2500 Satu buji Chikeun Nager Rp 3000 satu biji Lengkeng Rp 2500 Lima Biji. Rp 8000

Bacaan Lainnya

Porsi Besar Lumpiah Ubi Coklat Satu biji. Chkeun Nageut Dua Biji. Lengkeng 7 biji Rp 10 000

Menu tersebut dinilai sebagian warga belum memenuhi ekspektasi kandungan nutrisi, terutama karena tidak disertai telur atau susu seperti biasanya.”
Ketua Penasehat Lembaga Pemantau Independeun Tindak Pidana Korupsi Indonesia ( LPI TIPIKOR I ) Wawan Gunawan
menyebut sebelum Ramadan anak-anak umumnya menerima menu basah, kecuali hari Jumat yang mendapat kombinasi menu kering dan basah. Selama Ramadan, menu diganti menjadi kering.

Wawan Gunawan yang akrab disapa Botak Lanang melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia bahkan mengibaratkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai “maling berkedok gizi”.

Menurutnya, dalam praktik di lapangan kerap muncul dugaan penyusutan kuantitas makanan dari anggaran yang semestinya Rp10.000 per porsi untuk bahan pangan.

“Sering kita melihat berbagai unggahan di Facebook, TikTok, Instagram, podcast, bahkan pemberitaan media massa yang menyoroti buruknya pelaksanaan program MBG maupun menu yang diberikan kepada penerima manfaat. Bahkan pemerintah daerah pun seolah tidak bisa berbuat banyak ketika terjadi dugaan pelanggaran oleh SPPG, meskipun sudah dibentuk Satgas MBG,” ujarnya kepada Media Faktareformasi Rbu 25 Februari 2026.

Botak membeberkan, skema anggaran yang disampaikan pemerintah sebenarnya cukup jelas, yakni Rp15.000 per porsi. Rinciannya, Rp2.000 untuk operasional dan SOP, Rp3.000 sebagai margin keuntungan penyedia, serta Rp10.000 khusus untuk bahan makanan.

“Kalau dihitung kasar saja, dengan 3.000 porsi per hari, margin Rp3.000 berarti Rp9 juta per hari. Sebulan bisa Rp270 juta. Itu keuntungan kotor. Lalu kenapa menu masih dikurangi?” tegasnya.”

GUNAWAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *