Banjar – Rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar periode 2026–2034 berlangsung lancar, aman, dan transparan pada Minggu (29/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni TPS 1 Halaman Madrasah Al-Amanah Dusun Randegan I dan TPS 2 Balai Dusun Randegan II tersebut dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, dengan pengamanan ketat dari jajaran Polres Banjar.
Sebanyak 29 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan, melibatkan unsur Polres, Polsek, serta Tribina Desa Raharja guna memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dan kondusif.
Pada TPS 1 (Randegan I), hasil penghitungan suara kategori umum mencatat total 1.502 suara sah dan 34 suara tidak sah dari 1.536 suara. Sementara untuk keterwakilan perempuan, diperoleh 765 suara sah dan 56 suara tidak sah dari total 821 suara.
Sedangkan di TPS 2 (Randegan II), jumlah suara kategori umum tercatat sebanyak 1.175 suara sah dan 37 suara tidak sah dari total 1.212 suara. Untuk kategori keterwakilan perempuan, perolehan suara mencapai 604 suara sah.
Seluruh proses penghitungan dilaksanakan secara terbuka dan disaksikan oleh panitia serta masyarakat, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
Usai penghitungan, seluruh kotak suara beserta dokumen berita acara hasil pemungutan telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Raharja sebagai bagian dari tahapan lanjutan. Pengumuman anggota BPD terpilih dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (30/3/2026).
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal guna menjamin kelancaran seluruh proses.
“Polri berkomitmen mengawal setiap tahapan demokrasi agar berjalan aman, tertib, dan transparan, sehingga hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan rekapitulasi, situasi kamtibmas di wilayah Desa Raharja tetap terjaga aman dan kondusif. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci sukses terselenggaranya proses demokrasi yang damai dan berintegritas.






