Banjar — Suasana hening subuh di Kota Banjar terasa berbeda, Minggu (5/4/2026). Sekitar pukul 05.00 WIB, jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) mulai berdatangan untuk mengikuti ibadah peringatan wafat Yesus Kristus. Di saat yang sama, aparat kepolisian sudah lebih dulu bersiaga di sekitar lokasi.
Ibadah yang digelar di Jalan Kantor Pos, Kelurahan Hegarsari ini berlangsung hingga pukul 06.15 WIB, dipimpin oleh Pendeta Dio Bastiawan dengan mengusung tema “Bangkit Melampaui Realitas”. Sekitar 150 jemaat mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Di balik suasana yang tenang itu, pengamanan dilakukan oleh personel Polres Banjar. Kehadiran polisi bukan sekadar berjaga, tapi memastikan jemaat bisa beribadah dengan rasa aman dan nyaman sejak awal hingga selesai.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan, pengamanan ini adalah bagian dari komitmen untuk menjaga setiap kegiatan keagamaan tetap kondusif. Polisi ingin memastikan masyarakat bisa beribadah tanpa rasa khawatir.
Sepanjang pelaksanaan ibadah, suasana tetap kondusif dan penuh ketenangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, dengan jemaat dapat beribadah dengan nyaman hingga selesai tanpa hambatan.
Momen ini menjadi gambaran sederhana tapi kuat—tentang bagaimana kebersamaan dan rasa saling menghormati tetap terjaga. Di tengah suasana subuh yang tenang, ibadah berlangsung khidmat, dan kota tetap aman.






