Orientasi Kerja PKC PMII Jabar 2026 , Momentum Untuk Memperkuat Soliditas Internal

Orientasi Kerja PKC PMII Jabar 2026, Momentum untuk Memperkuat Soliditas Internal
Garut,-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar Orientasi Kerja Pengurus yang dilaksanakan pada Hari Jumat dan Sabtu tanggal 23–24 Januari 2025 bertempat di Villa Guntur, Cipanas, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi dan penguatan arah gerakan organisasi PMII Jabar untuk satu periode kepengurusan ke depan.

Orientasi kerja tersebut diikuti oleh jajaran pengurus harian dan kader PMII se-Jawa Barat. Agenda difokuskan pada penyamaan visi, pemetaan program strategis, serta penguatan peran PMII sebagai organisasi kader dan gerakan intelektual yang responsif terhadap dinamika sosial, politik, dan keumatan di Jawa Barat.

Ketua PMII Jawa Barat dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi kerja ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk merumuskan langkah organisasi secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan kader serta masyarakat.

“Orientasi kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal dan memastikan seluruh program PMII Jabar berjalan selaras dengan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan.”

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan terkait arah kebijakan organisasi, manajemen program, serta isu-isu strategis daerah dan nasional. Diskusi berlangsung dinamis dengan menekankan pentingnya kerja kolektif, disiplin organisasi, dan penguatan basis intelektual kader PMII.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa pemilihan Villa Guntur Cipanas Garut sebagai lokasi kegiatan dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang kondusif, fokus, dan reflektif guna memaksimalkan hasil orientasi kerja.

Melalui kegiatan ini, PMII Jawa Barat berharap mampu melahirkan program kerja yang progresif, terukur, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat posisi PMII sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal pembangunan daerah serta demokrasi di Indonesia.

Selain melaksanakan Orientasi Kerja PKC PMII Jawa Barat juga melaksanakan Diskusi publik, diskusi publik tersebut menyoroti berbagai implikasi Pilkada tidak langsung, mulai dari aspek legitimasi demokrasi, potensi politik transaksional, hingga posisi DPRD sebagai representasi rakyat. PMII Jabar menilai bahwa perubahan mekanisme Pilkada bukan semata persoalan teknis, melainkan menyangkut arah dan kualitas demokrasi di daerah.

Ketua PMII Jawa Barat menyampaikan bahwa forum ini merupakan upaya mengembalikan tradisi intelektual dan peran kritis mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.

“Reignite PMII Jabar menjadi ruang untuk menyalakan kembali diskursus kritis. Pilkada di tangan DPRD harus dikaji secara jernih, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan elit semata,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi politik, dan aktivis masyarakat sipil turut hadir untuk memberikan pandangan komprehensif. Mereka menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas DPRD, serta penguatan mekanisme pengawasan publik apabila Pilkada tidak lagi dilakukan secara langsung.

PMII Jabar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang kritis dan konstruktif. Hasil diskusi ini rencananya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi dan pernyataan sikap resmi yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan di tingkat daerah maupun nasional.

Melalui Reignite PMII Jabar, organisasi mahasiswa ini berharap diskusi tentang demokrasi tidak berhenti di ruang elite, tetapi tetap hidup dan melibatkan publik secara luas.

Dalam rangka mengevaluasi dan merefleksikan Issue-issue nasional di awal tahun 2026 bukan hanya harus turun aksi ke jalan akan tetapi kami alihkan dalam ke dalam kegiatan Diskusi Publik dan Orientasi Kerja PKC PMII Jabar guna lebih lanjut untuk pembahasan ke dalam hal-hal yang lebih positif dan untuk menyusun program kerja kedepan PKC PMII khusunya di Jawa Barat dengan diadakannya kegiatan DISKUSI PUBLIK dan ORIENTASI KERJA PKC PMII JABAR ini mudah-mudahan bisa lebih baik dan menjaga satu kesatuan kita untuk maju ke depan yang lebih baik serta tetap menjaga kondusifitas khususnya di Jawa Barat.

Kegiatan Orientasi Kerja tersebut merupakan acara agenda tahunan yang dilaksanakan oleh PKC PMII JABAR dan dalam rangka mengevaluasi dan merefleksikan Issue-issue nasional diawal tahun 2026 dengan tidak turun aksi ke jalan dan menglihkan menjadi kegiatan Diskusi Publik dan Orientasi Kerja PKC PMII Jabar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *