BANJAR – Hasil kerja keras petani di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar mulai membuahkan hasil. Jagung hibrida yang ditanam di lahan non LBS kini telah selesai dipanen dan tengah menjalani proses penjemuran sebagai tahap pascapanen sebelum dipasarkan.
Jagung tersebut berasal dari lahan seluas sekitar 100 bata atau kurang lebih 1.400 meter persegi milik Kelompok Tani Lugina 1 yang dikelola oleh Bapak Andi. Meski sempat menghadapi cuaca yang tidak menentu, tanaman jagung jenis hibrida Bisi 18 tetap tumbuh optimal hingga menghasilkan panen yang memuaskan.
Bhabinkamtibmas Desa Mulyasari Polsek Pataruman, Aipda Didin Walidin, turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring proses panen sekaligus penjemuran jagung. Kehadiran Bhabinkamtibmas ini menjadi bentuk nyata pendampingan Polri kepada petani, mulai dari proses tanam hingga pascapanen.
Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi, S.I.K., melalui Kapolsek Pataruman menyampaikan bahwa Polri terus mendukung pemanfaatan lahan non LBS sebagai sumber pangan alternatif. Menurutnya, hasil panen jagung yang sudah dijemur ini diharapkan dapat segera dipasarkan dan memberikan nilai ekonomi bagi petani.
Setelah proses penjemuran selesai untuk menurunkan kadar air, jagung rencananya akan dipipil dan diarahkan pemasarannya ke Bulog. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kota Banjar.






