
KOTA BANDUNG – Dalam paparannya terkait rencana kerja tahun 2026, Lurah Babakan Penghulu, Ana, S.Sos M,Si. menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program strategis. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruangan kerjanya, Senin (28/4/2026).
“Prioritas untuk tahun 2026 di Kelurahan Babakan Penghulu, program yang kita lanjutkan terkait dengan kedekatan dengan pengusaha. Namun, program ini tidak akan berjalan maksimal kalau tidak ada dukungan anggaran yang memadai,” ungkapnya.
Selain menjalin kerja sama dengan dunia usaha, Ana menegaskan bahwa permasalahan kemacetan lalu lintas juga menjadi fokus utama yang harus segera ditangani.
“Prioritas utama salah satunya adalah menangani masalah kemacetan jalan. Selain itu, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar, di mana masyarakat masih belum sadar untuk memilah antara sampah basah dan sampah daur ulang,” ujarnya.
Lurah Ana mengaku prihatin melihat rendahnya kesadaran warga dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan petugas, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Banyak masyarakat yang tidak punya kesadaran sendiri. Masa saya harus gegebrig-gebrig (mendesak/memeriksa satu per satu) terus? Pengelolaan sampah harus kembali lagi ke masyarakat,” tegasnya.
Sebagai upaya edukasi, pihak kelurahan sebenarnya sudah memberikan fasilitas berupa tong sampah terpisah untuk sampah kering dan basah. Namun, kenyataan di lapangan seringkali tidak sesuai harapan.
“Contohnya kita sudah memberikan tong sampah untuk sampah kering dan sampah basah. Tapi setelah kita cek, ternyata malah digunakan untuk hal lain atau isinya tetap campur aduk,” pungkasnya.
(Lia)