
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri ) Irjen Pol. Dr. Anwar S.I.K., M.Si menegaskan komitmen penuh dalam menyelenggarakan seleksi penerimaan Calon Taruna/I (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih dan akuntabel.
Irjen Pol. Anwar, memberikan penekanan keras agar pelaksanaan seleksi penerimaan terpadu ini benar-benar berjalan sesuai dengan koridor hukum dan harapan publik.
“Saya instruksikan agar seluruh tahapan seleksi penerimaan wajib dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Melalui prinsip ini, proses rekrutmen harus berjalan secara objektif, jujur, adil, bebas dari KKN, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia,” ujar Irjen Pol. Anwar.
Lebih lanjut, As SDM Kapolri menegaskan bahwa seleksi Akpol T.A. 2026 hanya membuka satu jalur masuk resmi, yakni jalur Reguler Nasional. Tidak ada jalur atau kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, jalur prestasi khusus, maupun perlakuan istimewa dan jalur titipan dari pihak mana pun.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara adil berdasarkan kemampuan murni,” katanya.
Sebagai bentuk transparansi nyata dalam fase gugur saat ini, Mabes Polri juga melansir data mutakhir dari jalannya Sidang Kelulusan Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) II yang baru saja digelar pada 4 Juni 2026. Dari total 2.959 peserta sidang yang terdiri atas 2.716 pria dan 243 wanita.
Sebanyak 513 peserta dinyatakan lulus terpilih untuk memperebutkan kuota seleksi tingkat pusat. Angka tersebut menyaring sebanyak 1,3 kali dari kuota akhir dengan rincian 468 peserta pria dan 45 peserta wanita, sementara 2.446 peserta lainnya dinyatakan tidak terpilih.
Agar komitmen keterbukaan ini diketahui secara luas, Irjen Pol. Anwar memerintahkan jajarannya untuk segera bergerak mengedukasi publik.
“Saya minta agar hal tersebut, baik mengenai prinsip BETAH maupun kepastian satu jalur reguler nasional ini, digaungkan dan dipublikasikan secara masif ke media dan masyarakat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan,” tuturnya.
Anwar juga menambahkan bahwa pola rekrutmen yang transparan dan akuntabel seperti ini sudah sangat sesuai dengan keinginan masyarakat luas. Kebijakan ketat ini mendapat dukungan penuh serta pemantauan dari berbagai lembaga pengawas eksternal. “Pola rekrutmen seperti ini sudah sangat sesuai dengan keinginan masyarakat, kelompok LSM, Kompolnas, Ombudsman dan tim KPRP yang senantiasa membantu Polri dengan monitoring pelaksanaan rekrutmen Polri T.A. 2026,” imbuhnya, Senin (8/6/2026)
Para Calon Taruna/I yang dinyatakan lulus terpilih dijadwalkan tiba di Akpol Semarang untuk mengikuti seleksi tingkat pusat pada tanggal 3 Juli 2026. Mereka akan menjalani serangkaian tes lanjutan mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, akademik, psikologi, wawancara, hingga sidang akhir tingkat panitia pusat (Panpus) yang diagendakan pada 27 Juli 2026 demi mewujudkan transformasi menuju Polri yang PRESISI.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H berempati kepada peserta yang belum lolos seleksi tahap berikutnya. “Luar biasa adik telah berjuang sampai tahap ini, namun yang perlu diperhatikan adalah kesiapan latihan dan kesiapan menjadi terbaik adalah target masuk kuota dik, itu harus diperbaiki tahun depan, tidak kenal lelah menjadi motivasi karena banyak contoh, dua atau tiga kali baru lulus, tetap semangat untuk menggapai cita – cita jalur pengabdian melalui Polisi.”
(Lia/Humas Polda Jabar)