Dari Sukahurip ke Bulog: 616 Kilogram Jagung Petani Terserap, Bukti Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

BANJAR – Semangat petani di Dusun Sukahurip, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kembali mendapat angin segar. Sebanyak 616 kilogram jagung hasil panen petani berhasil terserap Bulog Banjar, memberikan kepastian pasar sekaligus menambah optimisme petani dalam meningkatkan produksi.

Penjualan hasil panen tersebut mendapat pendampingan dan pemantauan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Langensari, Aipda Andri S, guna memastikan proses distribusi berjalan lancar dan hasil pertanian dapat diterima dengan baik.

Bacaan Lainnya

Jagung yang dijual merupakan hasil budidaya dari lahan Non Lahan Baku Sawah (Non LBS) seluas 83 bata atau sekitar 1.162 meter persegi milik petani Wandi. Di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu serta serangan hama ulat dan tikus selama masa tanam, hasil panen tetap mampu memberikan nilai ekonomi bagi petani.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., melalui Kapolsek Langensari menyampaikan bahwa keberhasilan penyerapan hasil panen merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan mendorong percepatan Swasembada Pangan.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, petani akan semakin bersemangat untuk terus menanam dan meningkatkan produktivitas. Ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan,” ujarnya.

Program pendampingan pertanian yang didukung Polda Jawa Barat diharapkan terus berjalan berkelanjutan, tidak hanya membantu proses budidaya, tetapi juga membuka akses pemasaran sehingga petani memperoleh kepastian harga dan kesejahteraan yang lebih baik.

Keberhasilan penyerapan jagung dari Sukahurip ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan kepolisian dapat menghadirkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas pangan daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *