Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Rangkul Ketua RT dan RW, Perkuat Keamanan Lingkungan dari Tingkat Bawah

Banjar – Menjaga keamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Peran Ketua RT dan RW menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan dinamika warga. Pesan inilah yang dibawa Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar dalam kegiatan pembinaan bersama para Ketua RT dan RW, Jumat (7/8/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar Aipda M. Tajudin bersama Babinsa dan Bindes Satpol PP hadir dalam kegiatan pembinaan sekaligus pembagian insentif Ketua RT dan Ketua RW untuk alokasi Juli 2026. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Banjar tersebut berlangsung di Aula Bhakti Kelurahan Banjar dan diikuti sekitar 110 Ketua RT dan RW.

Bacaan Lainnya

Di hadapan para pengurus lingkungan, Aipda M. Tajudin mengajak Ketua RT dan RW memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing, khususnya terhadap perkembangan pergaulan anak-anak dan berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat.

Bhabinkamtibmas juga mendorong setiap persoalan warga diselesaikan terlebih dahulu melalui komunikasi, mediasi, dan musyawarah. Menurutnya, langkah cepat dari lingkungan dapat mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Kapolsek Banjar AKP Yudi Ristiyanto, S.H., mengatakan Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara kepolisian dan masyarakat.

“Ketua RT dan RW adalah mata dan telinga di lingkungan. Ketika komunikasi berjalan baik, setiap persoalan bisa diketahui lebih awal dan dicari solusinya bersama sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan,” ujar AKP Yudi Ristiyanto.

Selain keamanan, Bhabinkamtibmas turut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan. Warga juga diajak menghidupkan kembali siskamling sebagai kekuatan bersama dalam menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir untuk menyampaikan pesan, tetapi membangun komunikasi langsung dengan para penggerak masyarakat di tingkat paling bawah. Dari lingkungan yang aktif berkomunikasi dan peduli, ketahanan keamanan wilayah diharapkan tumbuh semakin kuat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *