OPJIT Kelompok Tani Abdi Karya Lakbok Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Swakelola Dapat Apresiasi Warga

Ciamis – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian. Salah satunya melalui Program Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (OPJIT) yang direalisasikan Kelompok Tani Abdi Karya di Dusun Sukabagja, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, pada Agustus 2026.

Program tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, BPLIP Kelas I Bandung. Kegiatan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani dengan melibatkan masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan OPJIT dipimpin Sarta selaku Ketua Kelompok Tani Abdi Karya, dengan Selamet sebagai UPKK. Sementara proses pelaksanaan di lapangan mendapat pendampingan dari BPP Kecamatan Lakbok, Efri, guna memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Program ini memiliki arti penting bagi para petani karena keberadaan jaringan irigasi tersier yang terpelihara menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pengairan lahan pertanian. Dengan distribusi air yang lebih optimal, kegiatan budidaya pertanian diharapkan dapat berlangsung lebih baik dan produktivitas lahan terus meningkat.

Sesuai Juklak dan Juknis

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Nunu Nurasa, menekankan pentingnya seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) serta ketentuan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pelaksanaan yang sesuai aturan diperlukan agar program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, BPP Kecamatan Lakbok, kelompok tani, UPKK dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program tersebut.

Tokoh Masyarakat Apresiasi Sistem Swakelola

Pelaksanaan OPJIT secara swakelola mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Deni, selaku tokoh masyarakat Desa Kalapasawit, mengaku sangat mengapresiasi program tersebut karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan.

Menurut Deni, pola swakelola tidak hanya berorientasi pada hasil pembangunan, tetapi juga mendorong keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Kami sangat mengapresiasi program ini, terlebih pelaksanaannya dilakukan secara swakelola. Masyarakat bisa ikut terlibat langsung sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi jaringan irigasinya, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan,” ujar Deni.

Ia berharap jaringan irigasi yang telah dipelihara dapat dijaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani.

Dukung Program Prioritas Ketahanan Pangan

Program OPJIT tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Infrastruktur irigasi yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Dengan terpeliharanya jaringan irigasi tersier, kebutuhan air untuk lahan pertanian diharapkan dapat lebih terjamin. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah hingga nasional.

Kelompok Tani Abdi Karya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, BPP Kecamatan Lakbok, serta seluruh pihak yang telah ikut berperan dan bersinergi dalam merealisasikan program tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pihak Dinas Pertanian, BPP Kecamatan Lakbok, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kami bersyukur program dapat terealisasi dengan baik dan berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani,” ungkap pihak Kelompok Tani Abdi Karya.

Dengan terealisasinya OPJIT di Dusun Sukabagja, Desa Kalapasawit, diharapkan jaringan irigasi tersier semakin terjaga, pengairan lahan pertanian lebih optimal, dan produktivitas petani meningkat.

Pada akhirnya, program tersebut bukan sekadar pemeliharaan jaringan irigasi, tetapi menjadi bagian dari gerak bersama membangun pertanian yang kuat, memberdayakan masyarakat, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *