Banjar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Kelas II B Kota Banjar berlangsung lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Momentum itu sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung Selasa (8/9/2026) tersebut dihadiri Plt. Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Yadi Heratriyadi, jajaran Lapas, tokoh agama dan pengurus DKM Masjid Baiturrahman Al Munibin.
Perhatian dalam kegiatan tersebut salah satunya tertuju pada peresmian angkatan ketiga Pesantren Ruhul Qudsi Lapas Banjar. Program pembinaan keagamaan itu menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan memperluas wawasan warga binaan.
Sat Binmas Polres Banjar turut menyampaikan pembinaan mengenai kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan. Pesannya sederhana, tetapi penting: setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Plt. Kasat Binmas Polres Banjar IPTU Yudi Asmara, S.Sos., CPHR menilai pendekatan pembinaan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
“Kesadaran hukum tidak cukup hanya dengan mengetahui aturan. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kemauan untuk menaati aturan dan memperbaiki diri. Pembinaan seperti ini menjadi bagian dari proses tersebut,” kata Yudi.
Selain pembinaan keagamaan, Sat Binmas mengajak seluruh pihak menjaga komunikasi dan kemitraan dalam menciptakan lingkungan yang aman. Konsep Jaga Rawat Jawa Barat juga disampaikan sebagai pendekatan Polmas yang mengedepankan keterlibatan masyarakat.
Rangkaian Maulid diisi pembacaan Al-Qur’an, tawasul, ceramah KH Miftah Farid dari Tasikmalaya, doa, serta peresmian angkatan ketiga Pesantren Ruhul Qudsi. Seluruh kegiatan berlangsung tertib hingga selesai.






