Revitalisasi PAUD Al-Maqbul Dimulai, Bhabinkamtibmas Dorong Pembangunan Berjalan Aman dan Transparan

Banjar – Rencana revitalisasi PAUD Al-Maqbul di Lingkungan Lemburbalong, Kelurahan Pataruman, mulai memasuki tahap persiapan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pataruman bersama Babinsa menghadiri rapat pra-konstruksi pekerjaan revitalisasi Tahun Anggaran 2026 di Aula SPS Al-Maqbul, Rabu (23/9/2026).

Rapat yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kota Banjar, Kelurahan Pataruman, penanggung jawab P2SP, pembina Yayasan Al-Maqbul, konsultan perencanaan serta Ketua RT dan RW setempat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan rangkaian kegiatan sekaligus memaparkan rencana teknis revitalisasi kepada pihak terkait dan lingkungan sekitar. Koordinasi dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, tepat waktu dan tetap memperhatikan keamanan selama pekerjaan berlangsung.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pataruman Aipda Ari Aminudin mengatakan, kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan.

“Kami mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang tidak kalah penting, selama proses pengerjaan berlangsung komunikasi antara pihak sekolah, pelaksana, warga dan unsur terkait harus tetap terjaga agar setiap persoalan dapat segera dikoordinasikan,” ujarnya.

Aspek keamanan selama pekerjaan juga menjadi perhatian, termasuk pengamanan material bangunan serta kondisi lingkungan sekitar lokasi agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu masyarakat.

Selain itu, masyarakat dan pihak sekolah diingatkan dapat segera menyampaikan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan. Layanan Call Center 110 Polres Banjar maupun Bhabinkamtibmas dapat dimanfaatkan sebagai jalur pelaporan.

Melalui koordinasi sejak tahap pra-konstruksi, revitalisasi PAUD Al-Maqbul diharapkan dapat berjalan secara tertib, aman dan terbuka. Sinergi antara pemerintah, sekolah, pelaksana pembangunan, aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *