BANJAR – Puluhan jamaah bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan tokoh agama berkumpul di Pendopo Kota Banjar, Senin (12/10/2026) malam. Dalam suasana khusyuk, mereka mengikuti pengajian bulanan dan istighosah, memanjatkan doa agar Kota Banjar senantiasa diberi kedamaian, keberkahan, serta kelancaran dalam menjalankan roda pemerintahan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 hingga 21.00 WIB itu diikuti sekitar 80 jamaah. Wakapolres Banjar, Kompol Saeful Bahri, S.Pd.I., turut hadir mewakili Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., bersama sejumlah pejabat daerah, unsur TNI, para camat, kepala desa dan lurah, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Bagi para jamaah, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan rutin. Pengajian dan istighosah menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan istighosah yang dipimpin K.H. Dudu Badruzaman. Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jamaah mengikuti doa yang dipanjatkan untuk kebaikan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan di Kota Banjar.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menekankan pentingnya pengajian dan istighosah sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi antara aparatur sipil negara dan masyarakat, serta menjadi ruang refleksi dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan. Ikhtiar melalui doa diharapkan berjalan seiring dengan upaya nyata membangun kota yang damai dan sejahtera.
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah dari mubalig Gus Idris. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan mengisi rangkaian acara sekaligus mengingatkan jamaah akan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, dan merawat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Wakapolres Banjar dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan keterlibatan Polri dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Hubungan yang terjalin antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga suasana kota tetap aman dan harmonis.
Malam itu, kegiatan ditutup dengan tertib setelah seluruh rangkaian acara selesai. Di tengah berbagai upaya membangun Kota Banjar, doa dan kebersamaan menjadi pengingat bahwa kedamaian tidak hanya dijaga melalui kerja nyata, tetapi juga melalui kepedulian serta persatuan seluruh elemen masyarakat.






