BANJAR – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam, Polres Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar, TNI, dan berbagai unsur terkait memperkuat kesiapan personel maupun peralatan melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di halaman Mako Polres Banjar, Kamis (5/11/2026).
Apel yang melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Kesiapan tidak hanya menyangkut jumlah personel, tetapi juga kelengkapan sarana evakuasi, peralatan keselamatan, komunikasi, hingga dukungan logistik.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, Dandim 0613 Ciamis, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, serta jajaran TNI-Polri dan sejumlah kepala perangkat daerah. Turut terlibat BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, Tagana, BBWS Citanduy, para camat, serta organisasi relawan dan komunikasi kebencanaan.
Dalam amanatnya, Wali Kota Banjar menekankan bahwa menghadapi potensi bencana tidak cukup hanya mengandalkan tindakan setelah kejadian. Upaya pencegahan dan pengurangan risiko harus menjadi prioritas, terlebih kondisi cuaca saat ini menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai, mulai dari potensi hujan sedang hingga lebat, petir, angin kencang, genangan, longsor, hingga pohon tumbang.
Menurutnya, seluruh unsur harus mampu mengenali wilayah rawan dan memastikan langkah antisipasi dilakukan secara terarah. Kecepatan penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini juga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat mengambil langkah penyelamatan sebelum situasi membahayakan.
Wali Kota juga mengingatkan agar kesiapan personel diikuti dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap perahu karet, alat evakuasi, perlengkapan keselamatan, alat komunikasi, penerangan darurat, serta logistik. Dalam kondisi darurat, kelompok masyarakat rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas harus mendapatkan prioritas dalam proses evakuasi.
“Jangan sampai kegiatan apel ini hanya menjadi acara seremonial belaka. Saya ingin seluruh komitmen yang kita bangun hari ini benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan,” tegas Wali Kota dalam amanatnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana membutuhkan kerja bersama. Menurutnya, apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Melalui apel kesiapsiagaan ini, kami ingin memastikan seluruh personel dan sarana pendukung benar-benar siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, relawan, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengenali potensi kerawanan di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana. Kecepatan informasi dan respons di lapangan sangat penting untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, seluruh unsur juga didorong memperkuat koordinasi dan memperjelas pembagian tugas masing-masing. Pemerintah kecamatan hingga tingkat kelurahan dan desa diharapkan aktif memantau kondisi wilayah, sementara BPBD bersama instansi terkait memperkuat sistem peringatan dini serta mekanisme penanganan kedaruratan.
Apel ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas di lapangan, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Sebab, dalam menghadapi bencana, langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dapat menjadi penentu keselamatan banyak orang.






