Banjar — Malam di Dusun Randengan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, terasa berbeda pada Kamis (23/4/2026). Di sela agenda Musren RW yang biasanya formal, hadir sentuhan hangat dari Bhabinkamtibmas yang menyatu langsung dengan warga, membuka ruang dialog yang cair, jujur, dan penuh makna.
Brigpol Andrian Wijaya tak sekadar datang, tetapi benar-benar “hadir”. Dengan pola door to door hingga bergabung dalam forum Musren RW, ia menyerap langsung dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Keluhan, harapan, hingga isu-isu yang berkembang dibahas terbuka tanpa sekat.
Suasana pertemuan berlangsung hidup. Warga menyampaikan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kondisi sosial hingga potensi gangguan keamanan. Di sisi lain, Bhabinkamtibmas merespons dengan pendekatan humanis—bukan menggurui, tetapi mengajak berpikir bersama mencari solusi.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat tumbuhnya kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Interaksi yang terbangun memperlihatkan bahwa kehadiran polisi di tengah warga bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang mendengar dan memahami.
Kapolsek Purwaharja IPTU Hermawan, S.Pd.I., menegaskan bahwa pendekatan seperti ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas wilayah.
“Polisi harus hadir, bukan hanya terlihat. Kedekatan dengan masyarakat adalah kunci menciptakan rasa aman yang nyata,” ujarnya.
Kegiatan berakhir dengan suasana akrab. Warga merasa didengar, sementara polisi membawa pulang gambaran nyata situasi di lapangan. Dari Randengan, pesan sederhana mengalir kuat—keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi hasil dari kebersamaan yang terbangun dengan tulus.






