
Kehidupan rumah tangga yang tak selalu manis, ditambah dengan tanggung jawab mengurus anak yang menguras tenaga dan pikiran, perlahan menggerogoti mental. Hari demi hari terasa begitu berat, napas terasa sesak, dan pikiran dipenuhi oleh tekanan yang tak kunjung usai.
“Aku bukan ibu yang tidak sayang pada anak-anakku. Aku sangat mencintai mereka lebih dari apapun. Tapi tolong mengertilah, aku juga manusia biasa yang punya batas kemampuan. Aku lelah, aku stres, dan aku merasa seperti sedang terjebak dalam penjara yang membuatku sesak napas,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Tekanan yang datang bertubi-tubi membuat mentalnya hancur. Rasa lelah bukan hanya pada fisik, tapi jiwanya benar-benar sudah mencapai titik nadir. Setiap hari harus berpura-pura kuat, padahal di dalam hati hancur berkeping-keping. Hingga akhirnya, keputusan untuk pergi dan kabur dari rumah menjadi satu-satunya cara untuk bernapas lega.
“Aku pergi bukan karena ingin meninggalkan mereka selamanya. Aku pergi karena aku butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan pikiran yang sudah kacau balau. Aku takut jika terus dipaksa bertahan dalam kondisi stres seperti ini, aku justru bisa melakukan hal buruk atau malah menyakiti orang-orang yang aku sayangi tanpa sadar,” tambahnya
Pilu Menjadi seorang ibu memang tugas yang mulia, tapi bukan berarti ibu harus selalu kuat dan tak boleh lelah. Menanggung segala urusan rumah, mengurus kebutuhan anak, serta menghadapi berbagai masalah hidup sendirian adalah beban yang sangat berat.
“Dunia seakan menuntut aku untuk menjadi super hero yang tak pernah mengeluh. Tapi siapa yang peduli kalau aku sedang sakit hati? Siapa yang peduli kalau aku sedang menangis sendirian di kamar? Kadang, kabur dari rumah terasa seperti satu-satunya pelarian agar aku tidak benar-benar gila,” ucapnya lagi.
Ia berharap suatu saat nanti hatinya sudah tenang dan pikirannya sudah jernih kembali. Ia ingin pulang bukan sebagai ibu yang hancur, tapi sebagai sosok yang lebih kuat dan siap mencintai anak-anaknya dengan hati yang lebih baik.
“Maafkan Ibu ya, Nak… Ibu pergi sebentar saja untuk mengisi ulang energi. Ibu janji, setelah hati ini tenang, Ibu akan kembali dengan kasih sayang yang lebih besar. Doakan Ibu agar bisa melewati masa-masa sulit ini,” pungkasnya dengan air mata yang jatuh.
Penulis : Lia 💔