
Dalam orasinya, pihaknya menyoroti dugaan adanya penyimpangan, pengurangan mutu, dan volume pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan negara serta tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Mereka menuntut agar jalan yang dibangun benar-benar layak, aman, dan nyaman untuk digunakan.
Ketua Umum LSM GRASI, Mardi M. Malau, SP, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Kementerian PUPR, Ditjen Bina Marga, hingga Satker PJN Wilayah IV Jawa Barat. “Kami menuntut dilakukannya audit teknis dan audit investigatif secara independen terhadap seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, kontrak, pelaksanaan, hingga pembayaran. Selain itu, kami juga meminta agar seluruh dokumen publik seperti kontrak, RAB, DED, dan laporan pengawasan dibuka untuk umum demi transparansi,” tegas Mardi M. Malau, SP.

Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan aman dan tertib. Massa membawa berbagai spanduk dan bendera yang berisi tuntutan perbaikan jalan dan pemberantasan korupsi. Mereka berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti demi terwujudnya infrastruktur yang berkualitas dan berpihak kepada rakyat.
(Lia)