Disinformasi ‘Begal Sumanding’, Polres Banjar Jelaskan Fakta Sebenarnya

Banjar – Kabar yang sempat beredar luas terkait dugaan aksi begal di kawasan Sumanding, Kota Banjar, dipastikan tidak benar. Polres Banjar menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut bukan tindak pembegalan maupun kejahatan jalanan, melainkan insiden perkelahian yang dipicu keributan di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Sumanding, depan Kampus STISIP Kota Banjar.

Bacaan Lainnya

Hasil pengecekan dan penelusuran petugas di lapangan mengungkap, kejadian bermula di area pangkas rambut samping Kampus STISIP Kota Banjar. Saat itu terdapat dua orang anak bersama seorang bapak yang diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol dan membuat keributan hingga mengganggu situasi di lokasi.

Sebelum insiden terjadi, pihak di lokasi diketahui telah menegur dan memperingatkan agar keduanya menghentikan tindakan yang memicu keresahan serta diminta untuk pulang. Namun situasi berkembang menjadi adu mulut hingga berujung perkelahian antar pihak.

Usai kejadian, sekitar pukul 00.30 WIB, kedua orang tersebut mendatangi Polsek Banjar dengan dalih menjadi korban pengeroyokan.

Meski dalam kondisi dipengaruhi alkohol, petugas piket Polsek Banjar tetap memberikan pelayanan secara humanis dan profesional. Demi memastikan kondisi kesehatan pelapor, petugas kemudian membawa dan mengantarkan keduanya ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas juga menyarankan agar pelapor lebih dahulu fokus menjalani pengobatan, mengingat proses pemeriksaan dan pengaduan membutuhkan kondisi sadar agar keterangan yang disampaikan jelas dan objektif.

Tidak berhenti di situ, setelah dari rumah sakit, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan TKP, mengumpulkan informasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi.

Dari hasil awal tersebut, tidak ditemukan adanya aksi begal sebagaimana narasi yang terlanjur beredar di masyarakat. Fakta yang terjadi adalah perkelahian antar pihak akibat keributan di lokasi, bukan pembegalan.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., melalui Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar Bripka Apep Maulana Sidik menegaskan bahwa pihak kepolisian bergerak berdasarkan fakta dan tetap memberikan pelayanan kepada siapa pun tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang pelapor.

“Kami meluruskan bahwa informasi terkait adanya begal di kawasan Sumanding tidak benar atau hoaks. Kejadian yang sebenarnya merupakan perkelahian antar pihak, bukan aksi pembegalan. Meski pelapor saat datang berada dalam pengaruh alkohol, anggota kami tetap memberikan pelayanan, membawa ke rumah sakit untuk penanganan medis, dan selanjutnya melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan fakta yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan sebuah peristiwa sebelum informasi tersebut dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu agar tidak memunculkan keresahan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *