Banjar – Hamparan jagung yang baru dipanen di Dusun Pagerbatu tidak langsung berakhir di tempat penyimpanan. Ada proses penting yang harus dilalui agar hasil panen memiliki kualitas terbaik, yakni penjemuran. Tahapan inilah yang menjadi fokus pemantauan Bhabinkamtibmas Desa Batulawang saat mendampingi petani di lahan Kelompok Tani Giri Mukti 2.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2026 pukul 10.30 WIB di Dusun Pagerbatu, Desa Batulawang, dengan sasaran monitoring lahan Kelompok Tani Giri Mukti 2. Seluruh rangkaian pascapanen mulai dari pemetikan, pemipilan hingga penjemuran dipastikan berjalan sesuai standar
Kapolsek Pataruman AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H. menyebut keberhasilan program Ketahanan Pangan tidak hanya diukur dari luas lahan dan jumlah produksi, tetapi juga dari kualitas hasil panen yang dihasilkan petani.
“Setiap tahapan memiliki peran penting. Ketika kualitas hasil panen terjaga, maka peluang terserap pasar semakin besar. Ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Swasembada Pangan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Bagi petani, panen bukanlah garis akhir. Kualitas hasil panen yang terjaga menjadi penentu keberhasilan seluruh proses yang telah dilalui selama berbulan-bulan. Karena itu, pendampingan yang dilakukan hingga tahap penjemuran menjadi bagian penting dalam memastikan jerih payah petani berbuah hasil terbaik.
Dari Desa Batulawang, sinergi antara masyarakat dan Polri terus bergerak mendukung Swasembada Pangan, sekaligus memperkuat fondasi Ketahanan Pangan yang dimulai dari lahan-lahan pertanian rakyat.






