BANJAR – Keberhasilan program Ketahanan Pangan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari sejauh mana hasil tersebut mampu terserap pasar dan memberikan keuntungan bagi petani. Karena itu, Polri melalui Bhabinkamtibmas Desa Waringinsari melakukan monitoring proses penjualan jagung hasil panen warga kepada Bulog Banjar.
Sebanyak 826 kilogram jagung kering hasil panen Kelompok Tani Tunggak Semi berhasil diterima Bulog dengan standar kadar air 14 persen. Penjualan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi petani setelah melewati berbagai tantangan selama masa budidaya, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga serangan hama ulat.
Monitoring yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen Polres Banjar dalam mendukung agenda nasional Swasembada Pangan. Kehadiran anggota kepolisian tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memastikan program pertanian berjalan hingga tahap pemasaran hasil panen.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., menyampaikan bahwa keberhasilan penyerapan hasil panen merupakan indikator positif bagi penguatan sektor pertanian daerah.
“Polri akan terus hadir bersama petani, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen dan pemasaran. Tujuannya agar Ketahanan Pangan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Dukungan yang diberikan Polda Jabar, Polres Banjar, dan Polsek Langensari menjadi bagian dari langkah nyata membangun kemandirian pangan dari tingkat desa.






