Banjar – Upaya memperkuat Ketahanan Pangan nasional dimulai dari keberhasilan petani mengelola hasil panennya. Semangat itu terlihat dalam kegiatan monitoring pascapanen jagung hibrida yang dilaksanakan Polsek Langensari Polres Banjar di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari.
Bhabinkamtibmas Desa Rejasari bersama PPL dan anggota Kelompok Tani Cinta Mukti melakukan pengecekan langsung terhadap proses penanganan hasil panen setelah jagung dipetik dari lahan. Kegiatan difokuskan pada pemipilan, penjemuran serta kesiapan hasil panen untuk dipasarkan.
Lahan seluas 300 bata atau sekitar 4.200 meter persegi yang dikelola petani setempat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan cuaca dan serangan hama, petani tetap mampu menjaga produktivitas tanaman hingga memasuki masa panen.
Kapolsek Langensari AKP Yosua Sori Hamonangan, S.I.P. menuturkan bahwa keberhasilan petani dalam menghasilkan panen berkualitas harus dibarengi dengan pengelolaan pascapanen yang baik agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dari hasil monitoring diketahui bahwa proses pengolahan pascapanen berjalan lancar dan hasil produksi jagung berhasil terserap oleh Bulog. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa program pendampingan pertanian yang melibatkan Polri mampu memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pangan.
Melalui sinergi yang terus dibangun bersama masyarakat, Polsek Langensari, Polres Banjar dan Polda Jabar berkomitmen mendukung program Swasembada Pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat Ketahanan Pangan yang tangguh dan berkelanjutan.






