Ciamis – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui program prioritas nasional untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satu program yang saat ini berjalan adalah pembangunan Irigasi Perpipaan (IRPIP) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada Juni 2026 dan mendapat respons positif dari masyarakat petani.
Di Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, pembangunan irigasi perpipaan tengah dilaksanakan di kawasan Pesawahan Madati dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Cikutagana. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Hegar Makmur yang diketuai Wartono, bersama UPKK Mekarjaya yang diketuai Wardo.
Program IRPIP ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas dan hasil panen petani dapat meningkat secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Hegar Makmur, Wartono, menyampaikan bahwa para petani menyambut baik adanya pembangunan jaringan irigasi perpipaan karena menjadi kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas pertanian sehari-hari.
“Dengan adanya program ini kami berharap distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih lancar sehingga hasil panen meningkat. Namun kami juga berharap ke depan ada pembangunan jalan usaha tani agar akses menuju area persawahan lebih mudah,” ujarnya.
Selain itu, Ketua UPKK Mekarjaya, Wardo, menyampaikan harapan agar program IRPIP dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, mengingat masih terdapat banyak titik lahan pertanian yang hingga saat ini belum mendapatkan layanan irigasi yang memadai.
“Program ini sangat membantu petani. Harapan kami pembangunan irigasi perpipaan bisa berkelanjutan karena masih banyak wilayah dan titik persawahan yang belum tersentuh program sehingga kebutuhan air pertanian belum sepenuhnya terpenuhi,” ungkapnya.
Di lapangan, pelaksanaan pekerjaan juga menghadapi sejumlah tantangan teknis. Lokasi pekerjaan berada pada area dengan akses jalan yang sulit, jarak tempuh yang cukup jauh, serta kondisi medan yang cukup ekstrem, sehingga proses pengangkutan material membutuhkan biaya tambahan untuk langsir menuju titik pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Nunu Nurasa, melalui pejabat fungsional Titin, terus menekankan agar pelaksanaan pekerjaan di lapangan dilakukan sesuai ketentuan, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis yang berlaku agar hasil pembangunan memberikan manfaat optimal bagi petani.
Ke depan, masyarakat petani berharap pembangunan tidak hanya berhenti pada jaringan irigasi, tetapi juga dilanjutkan dengan pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar mobilitas petani, distribusi sarana produksi, dan pengangkutan hasil panen.
Dengan dukungan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Ciamis.(Tons)






