Program Optimalisasi Lahan dan Rawa APBN 2026 Disambut Antusias Petani Rawajaya

Cilacap – Program Optimalisasi Lahan dan Rawa (Oplah) yang didanai melalui APBN dan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mulai direalisasikan pada Juli 2026 di Dusun Sitinggil, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Program tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para petani karena dikerjakan secara swakelola sehingga memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok Tani Karya Tani dengan Sakirun sebagai Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua UPKK, didampingi Bangkit selaku Bendahara UPKK. Program ini bertujuan mengoptimalkan lahan pertanian dan rawa agar lebih produktif, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Melalui sistem swakelola, program ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat karena melibatkan tenaga kerja lokal. Para petani mengaku gembira dan bersyukur atas terealisasinya kegiatan tersebut, yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap memberikan pendampingan dan arahan agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pendampingan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian.

Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua UPKK, Sakirun, berharap Program Optimalisasi Lahan dan Rawa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak lahan pertanian yang produktif, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani semakin baik.

Masyarakat dan para petani menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, serta seluruh pihak yang telah berperan hingga Program Optimalisasi Lahan dan Rawa APBN Tahun 2026 dapat terealisasi. Mereka berharap program ini terus berkelanjutan sebagai wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *