TPT Mulyasari Diperkuat, Saluran Irigasi dari Bendungan Bantarheulang Kini Lebih Terlindungi

Cilacap – Kabar baik dirasakan para petani di Dusun Mulyasari, Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Memasuki awal September 2026, pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dilaksanakan untuk memperkuat area di sekitar saluran irigasi yang bersumber dari Bendungan Bantarheulang.

Pembangunan TPT tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan jaringan irigasi, terutama untuk mengantisipasi potensi longsor yang dapat mengancam badan saluran hingga menyebabkan kerusakan dan terganggunya aliran air menuju lahan pertanian.

Pekerjaan dilaksanakan oleh Aris selaku penyedia jasa, dengan pelaksanaan di lapangan mengacu pada arahan pengawas serta Pelaksana Teknis (Peltek) Ali Khadafi. Dalam setiap tahapan pekerjaan, aspek kualitas menjadi perhatian utama agar hasil konstruksi benar-benar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Peltek Ali Khadafi senantiasa menekankan kepada pelaksana agar pekerjaan mengikuti petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) serta arahan BBWS Citanduy melalui PPK O&P Sda III BBWS Citanduy.

Menurut Ali Khadafi, pelaksanaan yang sesuai ketentuan menjadi kunci untuk menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh dan memiliki daya tahan yang baik.

“Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan juklak dan juknis serta arahan yang telah ditetapkan. Kita mengutamakan kualitas agar hasilnya kuat, bagus dan tahan lama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Ali Khadafi.

Keberadaan TPT ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan aliran irigasi tersebut. Dengan diperkuatnya sisi saluran, risiko longsor yang dapat mengakibatkan saluran jebol diharapkan dapat diminimalkan.

Emo, salah seorang petani setempat, mengaku merasa lega dengan adanya pekerjaan tersebut. Ia berharap saluran irigasi yang bersumber dari Bendungan Bantarheulang dapat tetap terjaga dan mampu mengalirkan air secara optimal ke lahan pertanian.

“Kami sebagai petani merasa lega dengan adanya perbaikan TPT ini. Kekhawatiran terhadap longsor dan saluran jebol bisa berkurang. Mudah-mudahan setelah selesai, saluran semakin kuat dan pengairan ke sawah tetap lancar,” ungkap Emo.

Sementara itu, Aris selaku penyedia jasa menyampaikan komitmennya untuk terus mengedepankan kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, hasil pekerjaan yang maksimal merupakan bentuk tanggung jawab agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat dan bertahan dalam jangka panjang.

“Kami tetap mengutamakan kualitas dalam setiap proses pekerjaan. Harapannya hasilnya maksimal, kuat dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para petani,” kata Aris.

Dengan diperkuatnya TPT di Dusun Mulyasari, saluran irigasi yang mendapat suplai dari Bendungan Bantarheulang diharapkan semakin aman dari ancaman longsor dan kerusakan. Infrastruktur tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pengairan lahan pertanian serta mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.

Bagi para petani, saluran irigasi yang aman dan terawat bukan sekadar infrastruktur, melainkan menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian dan keberlanjutan produksi pangan.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *