Oplah Non Rawa Masuk Raharja, Petani Karangsari II Sumringah: Harapan Pengairan Sawah Makin Optimal

BANJAR – Harapan petani untuk mendapatkan dukungan pengelolaan lahan dan pengairan sawah kembali mendapat angin segar. Memasuki September 2026, Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa dari Kementerian Pertanian mulai dilaksanakan di lahan pertanian Kelompok Tani Karangsari II, Dusun Randegan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pengairan agar kegiatan budidaya sawah dapat berjalan lebih maksimal.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, BPLIP Kelas I Bandung, dengan sumber pembiayaan APBN Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Tahun Anggaran 2026.

Bagi petani Karangsari II, hadirnya program tersebut bukan sekadar kegiatan pembangunan di lahan pertanian. Dukungan optimasi lahan dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sawah dan menunjang keberlangsungan produksi pertanian.

Antusiasme tersebut salah satunya disampaikan Ketua UPKK, Hamdani. Ia menyambut positif pelaksanaan Oplah Non Rawa dan berharap program tersebut benar-benar memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan petani.

“Program seperti ini sangat kami sambut baik. Petani tentu antusias karena pengairan merupakan salah satu kebutuhan penting dalam mengelola sawah. Mudah-mudahan program ini benar-benar memberikan manfaat dan bisa meningkatkan hasil pertanian masyarakat,” ujar Hamdani.

Kelompok Tani Karangsari II sendiri dipimpin Hendra Sudrajat sebagai ketua, Yudiana sebagai sekretaris, dan Dede Suherlan sebagai bendahara.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di wilayah Desa Raharja, khususnya melalui program yang bersumber dari APBN tersebut.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat desa. Karena itu, berbagai program yang mampu membantu petani mengoptimalkan lahan perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Pemerintah Desa Raharja tentu sangat mengapresiasi program ini. Mudah-mudahan dapat membantu petani dan membuat pengairan sawah menjadi lebih optimal,” kata Yayat.

Dengan bergulirnya Oplah Non Rawa pada September 2026, petani Karangsari II menaruh harapan besar agar pengelolaan lahan pertanian semakin optimal. Perbaikan dan dukungan terhadap pengairan diharapkan mampu menunjang kegiatan budidaya, meningkatkan produktivitas, serta berdampak terhadap kesejahteraan petani.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kota Banjar, dengan memastikan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *