
SOREANG, BANDUNG – Tongkat komando Polresta Bandung resmi berpindah. Kombes Pol Tri Suhartanto kini memimpin Polresta Bandung menggantikan Kombes Pol Aldi Subartono yang melanjutkan pendidikan di Sespimti Polri.
Pisah sambut digelar di halaman Mapolresta Bandung, Soreang, Senin sore, 29 September 2026. Prosesi berlangsung haru, diwarnai pengalungan bunga oleh polisi cilik binaan, jajar pedang pora, dan kesenian Lengser.
Tri bukan sosok baru di Bandung. Sekitar 13 tahun lalu ia pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bandung. Karirnya juga tercatat sebagai penyidik KPK, Kapolres Kotabaru Polda Kalsel, Wakapolres Metro Jakarta Barat, dan Kapolres Cimahi.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Aldi Subartono yang memimpin sejak 14 Januari 2025 memaparkan capaian selama 21 bulan menjabat. Di antaranya Anev Kamtibmas peringkat pertama se-Polda Jawa Barat 2025, penyelesaian perkara hingga Agustus 2026 mencapai 92 persen, dan indeks kepuasan masyarakat 85,59 persen.
“Rekan-rekan telah menorehkan sejarah bahwa Anev gangguan kamtibmas Polresta Bandung peringkat pertama se Polda Jawa Barat. Tentu ini capaian rekan-rekan curahkan dan baktikan,” ujar Aldi.
Ia berpesan agar seluruh personel memberikan dukungan penuh dan loyalitas all out kepada pimpinan baru, dengan harapan angka kepuasan masyarakat bisa naik menjadi 90 persen.
Sementara itu, Kombes Pol Tri Suhartanto mengaku bersyukur kembali mengabdi di Bandung. Ia mengibaratkan organisasi yang ditinggalkan pendahulunya seperti pesawat dengan mode autopilot yang harus dijaga kestabilannya agar tetap melaju kencang melayani masyarakat.
Tri menekankan pentingnya pelayanan humanis. Ia mengingatkan personel bahwa masyarakat datang bukan mencari masalah, melainkan sedang menghadapi masalah dan butuh didengar.
“Jangan pernah sekali-kali kita menyakiti hati masyarakat melalui sikap, perilaku, maupun ucapan tidak pantas,” tegas Tri.
Ia juga melarang keras personel terlibat pelanggaran, mulai dari narkoba, obat keras terbatas (OKT), miras, judi online, hingga pinjaman online.
Dalam arahannya, Tri mengusung semangat JAWARA dari Kapolda Jabar – Jaga dan Rawat Jawa Barat. JAWARA dimaknai sebagai Jaga, Amanah, Wibawa, Adaptif, Ramah, dan Berakhlak.
“Jadilah polisi, kehadirannya memberikan rasa aman, perkataannya memberikan ketenangan, pelayanannya memberikan manfaat, perbuatannya meninggalkan kebaikan,” pungkasnya.
Prosesi pelepasan Aldi berlangsung haru. Sejumlah pengemudi ojek online turut berbaris di luar gerbang Mapolresta untuk mengantar kepergiannya.
(Lia)
