Polda Jabar Incar Pengendali Jaringan Narkoba Dalam Operasi Antik Lodaya 2026

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat resmi membuka Latihan Pra Operasi (Latpraops) Antik Lodaya 2026 di Mapolda Jabar, Bandung. Pelatihan ini digelar sebagai langkah krusial untuk menyamakan persepsi, mengasah keterampilan personel, serta mematangkan taktik penindakan menjelang pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2026 yang akan berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 Oktober 2026.

Irwasda Polda Jabar, Kombes Pol. Benny Subandi, menegaskan bahwa ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jawa Barat saat ini cukup
mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Kepolisian, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polda Jabar beserta seluruh Polres jajaran telah menangani sebanyak 2.720 kasus narkoba dengan menetapkan 3.309 orang sebagai tersangka. Dari penindakan tersebut, petugas mengamankan ribuan gram barang bukti narkotika serta jutaan butir obat keras terbatas.

Tingginya angka penindakan ini sejalan dengan hasil riset internal yang menunjukkan sekitar 57,9 persen masyarakat Jawa Barat menaruh harapan besar agar Polda Jabar mampu memberantas peredaran gelap narkoba. Pemicu utama kekhawatiran publik adalah dampak domino narkoba yang kerap menjadi pendorong lahirnya berbagai tindak kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya.

Di sisi lain, pergerakan sindikat narkoba dinilai semakin adaptif. Modus konvensional seperti penggunaan kurir dan sistem tempel kini dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi digital, mulai dari transaksi media sosial, aplikasi pesan terenkripsi, hingga pengiriman barang via jasa ekspedisi.

Menanggapi perubahan peta kerawanan tersebut, Kombes Pol. Benny Subandi menginstruksikan seluruh personel agar tidak sekadar bersikap reaktif. Petugas diminta bertindak berbasis data intelijen yang tajam guna memetakan sasaran secara presisi.

“Penindakan tidak boleh berhenti hanya pada kurir atau pelaku di lapangan. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk membongkar sosok pengendali, asal-usul barang, serta rantai pasokan jaringan dari hulu sampai ke hilir,” ujar Kombes Benny, Rabu (30/9/2026)

Selain mengandalkan penegakan hukum yang humanis dan terukur, Operasi Antik Lodaya 2026 juga memperkuat pengawasan ruang digital serta tindakan preemtif dan preventif. Kombes Benny turut mengingatkan seluruh anggota untuk mematuhi SOP dan menjaga integritas demi mencegah penyalahgunaan wewenang selama operasi berlangsung.

(Lia/Humas Polda Jabar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *