Jaringan Irigasi Dibangun, Petani Binangun Berharap Berlanjut

BANJAR – Pembangunan jaringan irigasi melalui APBN Tahun Anggaran 2026 disambut antusias oleh Kelompok Tani Mulyasari Mundu, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Program Kementerian Pertanian ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan pertanian sekaligus menjadi langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, BPLIP Kelas I Bandung. Kegiatan berlokasi di RT 04 RW 13, Dusun Girimulya, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Ketua Kelompok Tani Mulyasari Mundu, Yarman, mengatakan masyarakat menyambut baik dan mendukung pelaksanaan program tersebut. Antusiasme petani mencerminkan besarnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang kegiatan usaha tani di wilayah mereka.

Menurut Yarman, jaringan irigasi memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian. Karena itu, ia berharap pembangunan tidak berhenti pada kegiatan saat ini, mengingat masih banyak lokasi yang membutuhkan penanganan dan peningkatan infrastruktur pertanian.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, BPLIP Kelas I Bandung, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan jaringan irigasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini. Masyarakat sangat antusias dan berharap pembangunan jaringan irigasi dapat terus berlanjut karena masih banyak lokasi yang membutuhkan pembangunan,” ungkap Yarman.

Dukungan juga disampaikan UPKK, Ari, yang berharap pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat sekitar.

Pembangunan jaringan irigasi diharapkan dapat membantu menunjang kebutuhan air pertanian dan mendukung kelancaran aktivitas usaha tani. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian serta mendorong peningkatan produktivitas.

Bagi Kelompok Tani Mulyasari Mundu, pembangunan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk dukungan terhadap kebutuhan petani yang masih memerlukan perhatian secara bertahap dan berkelanjutan.

Para petani pun berharap sinergi antara pemerintah, pelaksana kegiatan, kelompok tani, dan masyarakat terus terjaga. Dengan kerja sama semua pihak, pembangunan infrastruktur pertanian diharapkan semakin merata dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Binangun.

Dukungan pemerintah diapresiasi, pembangunan berkelanjutan menjadi harapan. Kelompok Tani Mulyasari Mundu berharap program pembangunan jaringan irigasi melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *