BANJAR – Program Optimasi Lahan (Oplah) Nonrawa Tahap II Tahun Anggaran 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Program Kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN tersebut dinilai menjawab kebutuhan petani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian. Petani pun berharap program serupa dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
Kegiatan Oplah Nonrawa ini dilaksanakan oleh Kelompok Tani Irmas Jaya di Dusun Cigadung RT 12 RW 04, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Program tersebut berada di bawah naungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, dengan dukungan BPLIP Kelas I Bandung.
Sekretaris Desa Karyamukti, Ede Yadi Heryadi, S.IP., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, optimasi lahan merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan para petani dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya.
Ia menilai, program yang menyentuh langsung kebutuhan petani seperti Oplah Nonrawa sangat penting untuk mendukung pemanfaatan lahan pertanian secara lebih optimal. Karena itu, keberadaan program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Karyamukti.
“Kami sangat mengapresiasi program Oplah Nonrawa ini karena memang menjadi kebutuhan para petani. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak lahan pertanian yang bisa dioptimalkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan terkait pelaksanaan program tersebut.
Kelompok Tani Berharap Program Berkelanjutan
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Irmas Jaya yang diketuai Emod, bersama Ketua Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK), Ujang Hadmudin. Keduanya menjadi bagian dari unsur kelompok tani dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Bagi para petani, keberlanjutan program Oplah Nonrawa menjadi harapan penting. Mereka berharap program tersebut tidak berhenti pada Tahap II Tahun Anggaran 2026, tetapi dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai kebutuhan dan kebijakan pemerintah.
Optimalisasi lahan diharapkan dapat mendukung pengelolaan pertanian yang lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan. Dengan dukungan program yang berkesinambungan, potensi lahan pertanian di Desa Karyamukti diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kesejahteraan petani.
Bagi pemerintah desa, dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian penting dari upaya mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat pun diperlukan agar program pertanian dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Apresiasi untuk Pemerintah dan Semua Pihak
Kelompok Tani Irmas Jaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian serta BPLIP Kelas I Bandung, atas dukungan pelaksanaan Program Oplah Nonrawa Tahun Anggaran 2026.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah, Pemerintah Desa Karyamukti, serta seluruh pihak yang telah berperan, memberikan dukungan, dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dukungan berbagai pihak dinilai sangat berarti bagi petani dalam mengembangkan sektor pertanian. Oleh karena itu, kerja sama dan koordinasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus diperkuat agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak petani yang membutuhkan.
Melalui Oplah Nonrawa Tahap II Tahun Anggaran 2026, petani Desa Karyamukti berharap pembangunan sektor pertanian tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat tani di Kota Banjar.
Bagi petani Karyamukti, program ini bukan sekadar kegiatan optimasi lahan, melainkan juga bentuk dukungan yang diharapkan terus hadir untuk menjawab kebutuhan pertanian di tingkat desa.(Tons)






