BANJAR – Suasana dini hari di RSUD Kota Banjar mendadak berubah ketika kebakaran diketahui terjadi di ruang manajemen rumah sakit, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Asap hitam pekat membubung dari ruangan tersebut, sementara petugas keamanan berjibaku memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.
Peristiwa itu bermula ketika seorang petugas keamanan menerima informasi dari keluarga pasien mengenai kebakaran di sekitar ruang Anggrek. Saat memeriksa lokasi, petugas justru mendapati api telah membesar di ruang manajemen lantai dua.
Petugas keamanan segera memberi tahu rekan-rekannya dan berusaha menjinakkan api. Sejumlah APAR dikerahkan, tetapi upaya awal belum mampu memadamkan kobaran. Asap yang semakin pekat juga menyulitkan petugas untuk menjangkau bagian dalam ruangan.
Dengan peralatan yang tersedia, petugas kembali mencoba memadamkan api, terutama di sekitar kursi dan pendingin ruangan atau AC. Api berangsur mengecil sebelum petugas pemadam kebakaran tiba dan melanjutkan penanganan hingga sisa api berhasil dipadamkan. Asap yang memenuhi ruangan kemudian dikeluarkan menggunakan blower.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada AC. Namun, penyebab tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp20 juta.
Polres Banjar menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta melaporkan peristiwa itu kepada satuan tingkat atas. Tim Inafis Polres Banjar tiba sekitar pukul 08.09 WIB untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengetahui secara pasti dampak kerusakan pada ruang manajemen rumah sakit. Dugaan korsleting listrik masih menjadi salah satu petunjuk awal dalam penanganan peristiwa tersebut.






