Kemarau Berkepanjangan, Petani Mekarharja Kesulitan Garap Sawah akibat Pasokan Air Menipis

BANJAR – Musim kemarau berkepanjangan mulai menyulitkan petani di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Terbatasnya pasokan air irigasi membuat lahan persawahan belum bisa kembali diolah secara optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bhabinkamtibmas Desa Mekarharja, Bripka Hermawan, saat menemui warga petani di Dusun Cibentang, Rabu (21/10/2026) siang.

Sekitar pukul 12.20 WIB, Bripka Hermawan menyambangi warga di lingkungan RT 23 RW 09 untuk berdialog sekaligus mendengarkan kondisi yang dihadapi petani di tengah cuaca kering. Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak para petani bersabar menghadapi keterbatasan air yang berdampak pada pengolahan lahan sawah.

Bacaan Lainnya

Minimnya air irigasi menjadi kendala utama bagi petani untuk kembali menggarap sawah. Karena itu, warga diingatkan agar menyesuaikan aktivitas dengan kondisi yang ada serta tetap berhati-hati dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Selain membahas kondisi persawahan, Bripka Hermawan mengingatkan warga agar tidak membakar rumput kering maupun sampah sembarangan. Vegetasi yang mengering selama musim kemarau berpotensi membuat api mudah menjalar dan memicu kebakaran apabila pembakaran tidak diawasi.

Petani juga diingatkan untuk menjaga barang berharga dan kendaraan, baik saat berada di sawah maupun ketika ditinggalkan di rumah. Kewaspadaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, pencurian barang berharga, penipuan, serta tindak kejahatan lainnya.

Kapolsek Purwaharja IPTU Maman Ruswandi mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani menjadi sarana untuk menjalin komunikasi sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

“Musim kemarau dengan keterbatasan air irigasi menjadi tantangan bagi petani. Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan waspada terhadap potensi kebakaran, sekaligus menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Di tengah kondisi kemarau yang belum menguntungkan bagi sektor pertanian, komunikasi antara petugas dan warga diharapkan membantu persoalan di lingkungan desa lebih cepat diketahui. Bagi petani Mekarharja, ketersediaan air tetap menjadi kebutuhan penting agar lahan persawahan dapat kembali diolah dan aktivitas pertanian berjalan sebagaimana mestinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *