BANJAR – Hubungan kepolisian dan mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga iklim demokrasi dan stabilitas daerah. Di Kota Banjar, upaya itu dibangun melalui pertemuan langsung Kapolres Banjar dengan elemen Cipayung Plus yang berlangsung di Rumah Makan Beti, Tanjungsukur, Rabu (28/10/2026). Bukan sekadar silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa.
Kapolres Banjar bersama Wakapolres dan sejumlah pejabat utama hadir menemui perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Pertemuan ini menjadi wujud semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan membuka ruang dialog bersama mahasiswa untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat peran bersama dalam menjaga stabilitas daerah dan kehidupan demokrasi yang sehat
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, mahasiswa memiliki peran lebih dari sekadar menyampaikan kritik dan aspirasi. Organisasi kemahasiswaan juga dapat menjadi mitra strategis dalam membaca persoalan di tengah masyarakat, menumbuhkan kesadaran hukum, serta mendorong penyelesaian masalah melalui dialog dan cara-cara yang konstruktif.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR, mengatakan bahwa keterbukaan komunikasi dengan kalangan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga situasi daerah tetap kondusif.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi. Kami membuka ruang komunikasi dan dialog agar setiap aspirasi, masukan, maupun persoalan yang berkembang dapat dibicarakan secara terbuka. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, dan yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya secara dewasa serta bersama-sama mencari solusi terbaik bagi Kota Banjar,” ujar Kapolres.
Polres Banjar pun membuka ruang komunikasi agar hubungan dengan kelompok mahasiswa tidak hanya terjalin ketika muncul persoalan. Komunikasi yang terpelihara dinilai penting untuk membangun kepercayaan, menyerap masukan, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Perwakilan Cipayung Plus Kota Banjar menyambut baik keterbukaan tersebut. Mereka berharap pertemuan semacam ini terus berlanjut sehingga mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi, sekaligus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Pertemuan ini menegaskan bahwa menjaga kondusivitas daerah bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk mahasiswa yang memiliki daya kritis dan kepedulian terhadap persoalan publik. Dialog yang terbuka menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan perbedaan pandangan tanpa menghilangkan semangat kebersamaan.
Melalui silaturahmi tersebut, Polres Banjar berharap komunikasi dengan Cipayung Plus terus berkembang menjadi kemitraan yang nyata. Sebab, keamanan yang kuat tidak hanya ditopang oleh kesiapan aparat, tetapi juga oleh kepercayaan publik, ruang demokrasi yang sehat, dan kesediaan semua pihak untuk menjaga Kota Banjar tetap aman serta harmonis.






