Kelompok Tani Sri Laksana Sukses Realisasikan Program Oplah

Ciamis – Program Optimalisasi Lahan Non Rawa (OPLAH) Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Tahun 2025 yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui dinas pertanian dinilai membawa perubahan nyata bagi petani. Di bawah kepemimpinan Bupati Ciamis, H.Herdiat pemerintah daerah kembali mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian daerah.

Melalui Program OPLAH 2025, Pemkab Ciamis berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif, sekaligus memperluas cakupan lahan pertanian agar dapat ditanami lebih dari satu musim tanam dalam setahun.

Program ini dilaksanakan dengan mekanisme swakelola, yang memberikan keleluasaan kepada kelompok tani untuk mengelola kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Skema ini dinilai sangat efektif, terutama bagi wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun belum pernah tersentuh bantuan infrastruktur pertanian.

Dampak nyata dari program tersebut terlihat pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air di sejumlah titik. Beberapa daerah terpencil kini untuk pertama kalinya menikmati akses air irigasi, sehingga peluang untuk meningkatkan indeks pertanaman, khususnya padi, semakin terbuka.

Salah satu kelompok tani yang telah selesai merealisasikan Program OPLAH 2025 adalah Kelompok Tani Sri Laksana, Desa Sukanagara, yang diketuai oleh Karyono. Pekerjaan yang dilaksanakan berupa rehabilitasi jaringan irigasi dengan volume panjang mencapai 223 meter.

Ketua Kelompok Tani Sri Laksana, Karyono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terealisasinya program tersebut.

“Saya atas nama petani di Desa Sukanagara mengucapkan Alhamdulillah atas terealisasinya program ini. Program ini memang sangat ditunggu-tunggu sejak lama karena sangat dibutuhkan untuk pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di Dusun Sukanagara RT 10 RW 02,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan seluler, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis melalui Ibu Titin menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Program OPLAH tidak terdapat bentuk pungutan apa pun.

“Seluruh anggaran diterima utuh oleh kelompok tani dan diawasi oleh tim teknis serta tim pengawas. Kami selalu menekankan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan RAB, juknis, dan juklak yang berlaku agar hasilnya maksimal dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Program OPLAH bukan sekadar program teknis, melainkan bagian dari gerakan besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjaga transparansi, memperkuat pengawasan, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“Pertanian di Desa Sukanagara khususnya, dan Kabupaten Ciamis pada umumnya, harus bergerak menuju sistem yang adaptif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan sistem swakelola, rasa memiliki petani terhadap infrastruktur yang dibangun menjadi semakin kuat karena mereka sendiri yang mengerjakannya,” imbuhnya.

Ditambahkan, Darsum bersama Rian selaku anggota kelompok tani menyampaikan harapan dan aspirasi petani setempat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap Program OPLAH ini dapat terus berkelanjutan.irigasi yang belum direhabilitasi ada sekitar 500 meter lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Darsum mengatakan,”

“Itu menjadi harapan penting kami demi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *