Sukabumi fakta Repormasi 29/05/2026 Suasana penuh semangat dan kegembiraan menyelimuti para petani di Desa Cikarang. Kelompok Tani (Poktan) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah tersebut menyambut hangat realisasi bantuan bibit jagung yang diturunkan oleh Dinas Pertanian.
Bantuan ini dinilai menjadi angin segar sekaligus bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat penunjang ketahanan pangan di tingkat desa.
Atas turunnya bantuan tersebut, perwakilan Kelompok Tani dan segenap warga Desa Cikarang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instansi terkait. Ucapan terima kasih ini ditujukan mulai dari jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan, koordinator wilayah, hingga Dinas Pertanian di tingkat kabupaten, serta seluruh pihak yang telah mengawal penyaluran bantuan ini hingga sampai ke tangan petani.
Serangan Hama Mengancam Gagal Panen
Namun, di tengah antusiasme warga yang sedang giat bercocok tanam dan merawat lahan jagung mereka, kecemasan besar kini melanda. Harapan untuk meraih untung justru dibayangi ancaman gagal panen akibat ledakan populasi hama liar yang semakin tak terkendali.
Berdasarkan laporan dari para petani di lapangan, hama babi hutan dan monyet kini semakin berani masuk ke area pertanian. Tidak hanya merusak lahan yang jauh di pelosok, kawanan babi hutan dilaporkan sudah mulai merangsek dan menjarah kebun-kebun jagung yang posisinya berada dekat dengan pemukiman warga.
Setiap malam, kawanan hama tersebut merusak dan mengobrak-abrik tanaman jagung milik petani hingga hancur. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan cepat, sebagian besar petani di Desa Cikarang dipastikan akan menghadapi gagal panen massal.
Petani Menanti Solusi dan Tindakan Nyata
Mewakili suara hati para petani dan pengurus kelompok tani di Desa Cikarang, mereka sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan darurat dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi konflik satwa liar ini.
“Kami selaku kelompok tani dan masyarakat Desa Cikarang sangat memohon bantuan dari instansi terkait untuk ikut mengantisipasi serta menetralisir hama babi dan monyet ini. Kami ingin tanaman kami, baik jagung, padi, maupun komoditas lainnya bisa aman. Dengan begitu, saat waktu panen tiba, kami bisa memetik hasil yang melimpah dan tidak sia-sia,” ujar salah seorang perwakilan petani setempat.
Masyarakat berharap ada langkah konkret—baik berupa penyediaan alat pengaman, perburuan massal yang terkoordinasi, maupun solusi teknis lainnya—agar ruang gerak hama dapat dipangkas dan aktivitas pertanian warga bisa kembali berjalan dengan kondusif.
(Wa Uloh)






