KPID Jabar Gelar Literasi Media Dorong Penguatan Konten Lokal di Priangan Timur

Jabar – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan literasi media bertema “Regulasi Konten Lokal dan Masa Depan Penyiaran di Priangan Timur” di Gedung BI Tasikmalaya, Selasa (21/4).

Acara ini dihadiri oleh unsur regulator, pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan pelaku media untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan konten lokal di tengah dominasi konten global pada platform digital.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan konten lokal yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Sementara itu, Ketua KPID Jabar, dr. Adiyana Slamet, menegaskan bahwa penguatan konten lokal merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya. Ia mengingatkan bahwa lembaga penyiaran sistem siaran berjaringan (SSJ) wajib menayangkan minimal 10 persen konten lokal.

KPID juga mengungkap hasil riset yang menunjukkan kuatnya pengaruh platform OTT terhadap nilai sosial budaya generasi Z, sehingga perlu upaya untuk menggeser kembali nilai-nilai lokal tersebut.

Ketua APM Priangan Timur, Muhammad Ali Irvan Ukasah, menyatakan wilayah Priangan Timur memiliki potensi besar dalam produksi konten lokal berbasis budaya dan kearifan lokal. Namun, tantangan utamanya terletak pada pengelolaan dan daya saing konten tersebut.

“Konten lokal bukan hanya pelengkap siaran, tetapi harus menjadi identitas dan kekuatan utama di tengah arus global,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael S, menilai perlunya penguatan regulasi di era digital. Menurutnya, berbeda dengan radio dan televisi yang sudah memiliki regulasi jelas, platform digital masih minim pengaturan.

“Kondisi ini menjadi tantangan bagi negara untuk memastikan ekosistem media tetap sehat dan tidak menimbulkan polemik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, KPID Jabar mendorong terbentuknya komitmen bersama antara regulator, pemerintah, dan pelaku media dalam memajukan konten lokal sebagai bagian dari masa depan penyiaran di Priangan Timur.

(L**)

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *