BEM Nusantara Jabar Gelar Rakorda di Sukabumi : Siap kawal Kebijakan Demi Jawa Barat Adil dan Berkelanjutan

SUKABUMI, 25 APRIL 2026 – Ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Jawa Barat menggelar kegiatan Pengukuhan Pengurus dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Universitas Madani Nusantara (UMN), Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/4). Pertemuan strategis ini menjadi wadah penyatuan langkah dan penentuan arah gerak organisasi dalam merespons berbagai isu publik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Mengusung tema “Peran Strategis Mahasiswa Nusantara dalam Mengawal Kebijakan Publik demi Terwujudnya Jawa Barat yang Adil dan Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan mempertegas posisi dan tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai elemen penggerak perubahan. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, diawali dengan prosesi seremonial serta sesi pemaparan gagasan dalam bentuk seminar di lingkungan kampus. Memasuki sore hari, seluruh peserta berpindah ke kawasan terbuka Pondok Halimun untuk melaksanakan prosesi pengukuhan struktur kepengurusan, pembahasan program kerja, hingga ditutup dengan tradisi api unggun sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan antarmahasiswa.

Rektor Universitas Madani Nusantara (UMN), Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si., yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terpilihnya kampus serta wilayah Sukabumi sebagai tuan rumah. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa dari berbagai daerah membawa energi baru dan wawasan luas yang sangat berharga bagi kemajuan lingkungan sekitar.

“Kami sangat menyambut baik pertemuan strategis ini. Mahasiswa memiliki potensi dan kemampuan berpikir yang kritis, sehingga sinergi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan gagasan serta langkah nyata yang berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah, baik di Sukabumi maupun di seluruh Jawa Barat,” ungkap Prof. Endin dalam sambutannya.

Sementara itu, Koordinator Daerah (Koorda) BEM Nusantara Jawa Barat, Kamal Rahmatullah, menegaskan bahwa momen pengukuhan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan titik tolak penting untuk menentukan arah kebijakan dan gerak organisasi ke depan. Ia menaruh harapan besar agar peran yang dijalankan tidak hanya bersifat lokal, tetapi mampu memberikan dampak hingga ke tingkat nasional.

“Kita berkumpul di sini untuk menyatukan tekad dan menyusun strategi. BEM Nusantara Jawa Barat harus menjadi titik temu gerakan mahasiswa di seluruh negeri, tempat di mana ide-ide besar lahir dan dikembangkan dari Jawa Barat untuk kemajuan Indonesia,” ujar Kamal.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dan mitra kritis pemerintah, organisasi ini berpegang teguh pada prinsip utama: “Mendaerahkan Isu Nasional dan Menasionalkan Isu Daerah”. Melalui landasan tersebut, BEM Nusantara Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengkritisi setiap kebijakan, baik yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat, agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan keadilan sosial.

“Persoalan yang terjadi di daerah tidak bisa dilepaskan dari kebijakan di tingkat pusat, dan aturan nasional pasti berdampak langsung bagi masyarakat di daerah. Oleh sebab itu, tugas kami adalah mengawal keduanya, memastikan hak-hak warga negara terpenuhi dan kebijakan yang diambil tidak merugikan rakyat banyak,” jelasnya.

Sebagai pesan mendasar bagi seluruh anggota yang hadir, Kamal mengutip pemikiran tokoh pergerakan Tan Malaka untuk mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak terasing dari kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki harus digunakan untuk memberi manfaat nyata, bukan sekadar menjadi wacana atau simbol semata.

“Tan Malaka pernah berkata: jika orang yang berpendidikan merasa lebih tinggi dari masyarakat dan tidak mau melakukan hal yang bermanfaat, maka pendidikan itu lebih baik dihapuskan. Ini menjadi pedoman kami. Kita ada di sini bukan untuk menjadi menara gading, melainkan untuk hadir, bekerja, dan menebar kebermanfaatan seluas-luasnya bagi warga Jawa Barat,” tegasnya.

Melalui hasil kesepakatan yang diperoleh dalam Rakorda ini, BEM Nusantara Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus konsisten melakukan kajian mendalam dan melaksanakan aksi nyata. Fokus utamanya adalah memastikan setiap kebijakan publik yang dikeluarkan tetap menjunjung tinggi nilai keadilan, kesejahteraan, serta kelestarian lingkungan demi terwujudnya Jawa Barat yang maju dan berkelanjutan.

(Lia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *