Kelurahan Sindang Jaya Gelar Sosialisasi Pencegahan AIDS Tuberkulosis dan Malaria

BANDUNG – Fakta Reformasi, – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, berkolaborasi bersama unsur Muspika dan Anggota DPRD Kota Bandung, resmi menggelar sosialisasi bertajuk “Pencegahan & Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam Keluarga”. Kegiatan edukasi kesehatan ini berlangsung di Aula Kelurahan Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati, pada Rabu (20/05/2026), sebagai bentuk tindak lanjut nyata dari usulan hasil Musrenbang tingkat kelurahan tahun 2025.

Hadir sebagai pemateri utama yang memberikan pemaparan materi lengkap dan mendalam, Dr. Meri Sahrini, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang juga aktif menjabat sebagai Penyuluh Kesehatan Pasien HIV/AIDS di Bagian Teratai, RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Di sela-sela pelaksanaannya Kelurahan Sindang Jaya Yayan syuryana Mulyana, ST, memberikan keterangan khusus kepada awak media. penyuluhan yang digelar ini sangat tepat sasaran, karena secara tegas menegaskan bahwa keluarga memegang peran vital sebagai benteng pertahanan paling utama dan strategis dalam mencegah masuknya berbagai ancaman penyakit berbahaya ke lingkungan masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dampaknya. Melalui momen ini, kami kembali tekankan kepada seluruh warga, bahwa keluarga adalah garda terdepan sekaligus benteng pertahanan paling utama dan strategis untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit menular di tengah masyarakat kita,” ungkap Yayan Syuryana Mulyana, ST.

Pada kesempatan yang sama dr. Meri menyampaikan, data penting bahwa hingga saat ini tercatat sudah ada sebanyak 1.600 kasus HIV positif yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman penyakit ini sangat nyata ada di tengah masyarakat dan harus diwaspadai bersama.

“Penting saya sampaikan kepada seluruh warga, bahwasanya penularan HIV/AIDS itu hanya terjadi melalui tiga jalur utama saja, yaitu melalui cairan darah, penggunaan alat suntik secara bergantian, dan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Saya tegaskan kembali, penyakit ini tidak menular saat kita makan bersama, minum satu botol, bersalaman, berbicara, maupun tinggal satu rumah. Oleh karena itu, kita sama sekali tidak boleh menjauhi, mengucilkan, atau mendiskriminasi penderita. Justru dukungan dari keluarga dan lingkunganlah yang sangat dibutuhkan agar mereka tetap semangat menjalani pengobatan dan bisa beraktivitas secara normal kembali,” tegas dr. Meri

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kota Bandung selaku Ketua Pansus 14, Dr. Radea Respati Pramudhita, S.H., M.H. turut hadir secara langsung meresmikan pembukaan kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata dewan terhadap program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat kelurahan. Ia berharap, sosialisasi ini mampu membuka wawasan masyarakat agar lebih peduli dan paham akan pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah risiko penularan penyakit berbahaya.

(Lia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *