SUKABUMI, FAKTA REFORMASI –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Paoji, S.E., menggelar kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Kedua Tahun Sidang 2026. Acara tersebut dilaksanakan dengan khidmat di Gedung Sawala, Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta jajaran aparatur desa setempat.
Dalam sambutannya, Paoji mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasi yang mendalam atas antusiasme warga Desa Cikarang yang hadir demi menjalin tali silaturahmi sekaligus menyampaikan harapan-harapan pembangunan. Kendati demikian, politisi PDI-P ini secara terbuka memaparkan tantangan yang tengah dihadapi oleh pemerintah daerah saat ini, khususnya terkait keterbatasan anggaran dan dinamisnya perubahan regulasi di tingkat pusat.
Paoji menjelaskan bahwa pemberlakuan program-program prioritas nasional baru, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebijakan strategis Koperasi Desa (Kopdes), menuntut penyesuaian fiskal yang cukup signifikan. Imbas dari penyesuaian tersebut, tidak menutup kemungkinan terjadi pemotongan atau rasionalisasi pada pos anggaran lain, termasuk dana transfer ke tingkat desa maupun alokasi anggaran dari tingkat provinsi.
“Kami selaku pemerintah daerah dan perwakilan rakyat menyadari betul situasi di lapangan, di mana anggaran terbatas dan regulasi terus berubah-ubah. Ditambah adanya program MBG dan Kopdes, hal itu tentu berpotensi mempengaruhi program lain hingga adanya pemangkasan anggaran desa maupun provinsi. Namun, sebagai wakil rakyat, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan senantiasa berjuang sekuat tenaga untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi warga agar tetap terealisasi sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Paoji di hadapan konstituennya.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Cikarang, Ucu Sutarman, yang bertindak selaku perwakilan dari Pemerintah Desa Cikarang. Hadir pula para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta keterwakilan perempuan dari setiap elemen masyarakat desa yang mengawal jalannya dialog secara interaktif.
Merespons kehadiran sang legislator, salah satu tokoh masyarakat Desa Cikarang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Paoji.
Warga mengakui bahwa dampak nyata dari perjuangan aspirasi (pokir) yang dikawal oleh Paoji telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama pada sektor percepatan pembangunan infrastruktur yang sukses direalisasikan di wilayah Desa Cikarang pada periode sebelumnya.
Melalui momentum reses ini, masyarakat berharap jembatan komunikasi antara warga Cidolog, khususnya Desa Cikarang, dengan keterwakilan di parlemen daerah terus terjalin dengan harmonis dan akuntabel demi terwujudnya pemerataan pembangunan yang berkeadilan di Kabupaten Sukabumi.
Uloh






