Kelompok Tani Srimukti Mulai Realisasikan Program Irigasi Perpipaan APBN 2026, Dukung Ketahanan Pangan di Lakbok

Ciamis – Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan terus diwujudkan melalui pembangunan sarana pendukung pertanian. Salah satunya melalui program Irigasi Perpipaan (IRPIP) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan mulai direalisasikan pada bulan Juni 2026 oleh Kelompok Tani Srimukti di Dusun Sukamukti, RT 16 RW 05, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Tani Srimukti, Maman, bersama para petani dan masyarakat setempat yang menyambut antusias hadirnya program tersebut. Irigasi perpipaan ini menjadi bagian dari program prioritas pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan dan kelancaran distribusi air untuk lahan pertanian.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Nunu Nurasa, yang disampaikan melalui pejabat fungsional Titin, menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal dan berkelanjutan bagi petani.

“Kegiatan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun progres pelaksanaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” disampaikan dalam pendampingan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Puloerang, Rusmana, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya program tersebut. Menurutnya, pembangunan irigasi perpipaan memang menjadi salah satu kebutuhan dan usulan petani untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah Desa Puloerang.

“Program ini sangat membantu masyarakat karena merupakan kebutuhan yang telah lama diusulkan petani. Harapannya ke depan suplai air ke area persawahan dapat lebih lancar sehingga hasil pertanian semakin meningkat,” ujarnya.

Melalui pembangunan irigasi perpipaan ini, diharapkan pengelolaan air pertanian menjadi lebih efektif, mendukung peningkatan hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis secara berkelanjutan.(Tons)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *