JAWARA Masuk Kampung, Polres Banjar Ajak 150 Warga Mekarsari Bangun Keamanan Berbasis Masyarakat

Banjar – Upaya menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Polres Banjar mengajak warga turun tangan membangun lingkungan yang aman melalui program JAWARA (Jaga Rawat Jawa Barat).

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Hukum (Binluhkum) yang digelar di Aula Kelurahan Mekarsari, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 150 warga mengikuti kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bindes, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga.

Bacaan Lainnya

Kasat Binmas Polres Banjar bersama personel Satbinmas menjadi penggerak kegiatan. Materi diarahkan pada penguatan keamanan berbasis warga sekaligus membangun kesadaran bahwa situasi kondusif merupakan hasil kerja bersama.

Program JAWARA yang digagas Kapolda Jabar diperkenalkan sebagai gerakan kolektif untuk menjaga dan merawat keamanan Jawa Barat. Konsep tersebut mendorong terbentuknya ruang kolaborasi masyarakat dengan kepolisian melalui penguatan Sabuk Kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri. Ketika masyarakat ikut peduli, berani menyampaikan informasi dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan dapat dicegah lebih awal,” ujar AKBP Didi Dewantoro.

Dalam kegiatan tersebut, peran Bhabinkamtibmas juga menjadi perhatian. Mereka didorong terus bekerja secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif, terutama dalam menjembatani persoalan masyarakat dengan kepolisian.

Pembahasan kemudian menyentuh ancaman yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga kejahatan dunia maya. Warga diajak tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sesi tanya jawab membuat kegiatan berlangsung dua arah. Warga mendapat ruang menyampaikan pertanyaan dan persoalan yang mereka temui, sementara kepolisian memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di tingkat masyarakat.

Dari Mekarsari, JAWARA tidak berhenti sebagai sebuah program. Ia didorong menjadi gerakan bersama, ketika warga dan kepolisian saling menjaga, saling mengingatkan, dan bergerak bersama sebelum gangguan keamanan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *