Perkuat Kerukunan dan Moderasi Beragama, Pemkot Banjar Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan

BANJAR – Keberagaman menjadi salah satu kekuatan yang terus dirawat dan diperkuat oleh Pemerintah Kota Banjar. Semangat tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., membuka kegiatan Pembinaan Penguatan Kerukunan dan Moderasi Beragama Tingkat Kota Banjar Tahun 2026, yang berlangsung di Pawon Baraya, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang diikuti para tokoh lintas agama se-Kota Banjar tersebut menjadi ruang bersama untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama dan keyakinan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menegaskan bahwa keberagaman merupakan realitas sosial yang harus dikelola dengan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi. Kota Banjar dengan jumlah penduduk lebih dari 200 ribu jiwa memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.

Selain mayoritas masyarakat beragama Islam, Kota Banjar juga dihuni oleh pemeluk agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Konghucu. Seluruhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial, pembangunan, serta kemajuan Kota Banjar.

“Keberagaman ini bukan menjadi sekat, melainkan sebuah kekayaan yang harus dijaga bersama melalui penguatan pemahaman moderasi,” ungkap Dr. H. Supriana.

Menurutnya, moderasi beragama tidak berhenti pada pemahaman mengenai adanya perbedaan. Lebih dari itu, moderasi merupakan sikap dalam menjalani kehidupan bersama dengan tetap menghormati keyakinan masing-masing, menghindari sikap berlebihan, serta mengedepankan persaudaraan dan kepentingan bersama.

Ia menilai, komunikasi dan dialog antarpemeluk agama perlu terus dibangun agar setiap perbedaan dapat dikelola secara bijaksana dan tidak berkembang menjadi potensi konflik di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling menghormati, saling menghargai keyakinan masing-masing, serta menjaga persaudaraan. Dengan demikian, Kota Banjar akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, harmonis, dan kondusif,” tuturnya.

Wakil Wali Kota juga mengajak para tokoh agama untuk menjadi bagian penting dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun. Para tokoh lintas agama dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman yang menyejukkan sekaligus menjadi teladan dalam membangun kehidupan sosial yang toleran.

Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat ketahanan sosial di Kota Banjar.

Dengan semangat “berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kehidupan kebangsaan”, Pemerintah Kota Banjar terus mendorong terciptanya ruang kehidupan yang inklusif, harmonis, dan saling menghargai. Keberagaman pun diharapkan bukan hanya menjadi identitas masyarakat Banjar, tetapi menjadi kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.(Tons/Diskominfo kota Banjar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *