
Tragedi tenggelamnya Kapal Virgo 8 di perairan Laut Jawa menyisakan duka. Merespons insiden tersebut, Tim Sidokkes Polres Garut bergerak cepat mendatangi keluarga korban di Kabupaten Garut untuk mengambil data ante mortem (AM) dan sampel DNA.
Kegiatan jemput bola ini dilaksanakan di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Garut, pada Selasa (15/9/2026) sejak pukul 10.30 WIB. Langkah ini krusial untuk membantu proses identifikasi para penumpang kapal nahas rute Surabaya – Banjarmasin tersebut.
“Betul, hari ini jajaran Dokkes Polres Garut telah turun langsung ke Karangpawitan untuk mengambil sampel DNA dan data ante mortem dari pihak keluarga penumpang Kapal Virgo 8. Ini merupakan upaya percepatan dari kepolisian untuk proses identifikasi korban,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Kombes Pol. Hendra menjelaskan, petugas di lapangan menggunakan metode buccal swab (usapan rongga mulut) untuk mengumpulkan DNA. Metode ini dinilai cepat, aman, dan akurat untuk mencocokkan identitas keluarga dengan korban yang dievakuasi.
“Pengambilan data dan sampel DNA langsung dipimpin oleh Kasidokkes Polres Garut. Semuanya berjalan lancar dan keluarga korban sangat kooperatif selama proses berlangsung,” pungkas Kabid Humas.
Jumlah sampel DNA yang diambil dari 13 orang, dengan 2 orang dari keluarga yang meninggal dunia dan 11 orang dari keluarga yang dalam pencarian.
Metode yang digunakan adalah Buccal Swab, dan hasil sampel dikirim ke Pusdokes Mabes Polri pada hari ini, Rabu (16/9/2026) pukul 06.30 Wib
(Lia/Humas Polda Jabar)