Alih Fungsi Lahan Picu Amukan Babi Hutan, Dinas Pertanian Sukabumi Gandeng Kodim dan Perbakin demi Selamatkan Petani Cidolog

SUKABUMI//Fakareformasi.com – Keluh kesah dan rasa cemas mendalam tengah menyelimuti para petani di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Perekonomian warga yang mayoritas bergantung pada sektor agraris kian merosot tajam akibat serangan hama babi hutan (celeng) yang kian merajalela dan merusak hampir seluruh jenis tanaman komoditas warga.
Padahal, para petani baru saja merasakan angin segar dengan turunnya program bantuan bibit jagung dari pemerintah untuk mendongkrak ketahanan pangan. Sayangnya, kegembiraan itu langsung sirna. Berdasarkan pantauan di lapangan, tanaman warga—mulai dari fase awal tanam, pertumbuhan, hingga menjelan panen—tidak luput dari amukan kawanan babi hutan yang merusak tanaman jagung hingga tumbang berantakan.
Tidak hanya ladang jagung, sebuah rekaman video dari kebun warga memperlihatkan kerusakan fatal pada berbagai tanaman produktif lainnya. Tanaman pepaya yang baru diberi pupuk tampak dicabut hingga ke akarnya. Selain itu, pohon durian, kelapa, hingga tanaman jeruk yang baru saja ditanam ikut dirusak dan diorak-arik oleh kawanan hama tersebut.

Alih Fungsi Lahan Perhutani Jadi Pemicu Utama

Menanggapi situasi kritis ini, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cidolog, Asep, langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan analisis di lapangan, maraknya serangan ini dipicu oleh perubahan ekosistem hutan secara masif di wilayah Cidolog yang dikelilingi oleh lahan Perhutani. Kawasan perbukitan yang dulunya rimbun oleh pepohonan besar seperti mahoni dan jati kini telah dialihfungsikan menjadi hutan pinus.
Selain itu, lahan kontrak kebun karet juga telah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Tingginya aktivitas harian warga yang bekerja di kawasan tersebut, ditambah dengan menyusutnya ketersediaan pakan alami di dalam hutan yang kian gundul, memaksa kawanan babi hutan turun gunung dan menjadikan lahan pertanian warga sebagai sasaran utama.

Sinergi Dinas Pertanian, Perbakin, dan Kodim

Merespons laporan dari BPP, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bergerak sigap dengan meminta bantuan dari Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin). Selama dua hari berturut-turut, tim Perbakin bersama warga setempat bekerja keras menyisir medan perbukitan yang luas. Meski ruang gerak terbilang sulit, tim berhasil melumpuhkan 3 ekor babi hutan.
Sadar bahwa populasi babi hutan berkembang biak sangat cepat dan penanganan tidak bisa selesai dalam sekejap, Dinas Pertanian berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Langkah selanjutnya, pihak dinas akan segera berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat untuk membantu memperkuat penanggulangan hama serta memberikan rasa aman bagi warga.

Asa Petani di Tengah Keterbatasan

Bagi para petani pedesaan di Cidolog, menghentikan hama ini secara total dirasa seperti hal yang mustahil jika kondisi lingkungan di hulu tidak dibenahi. Saat ini, warga hanya bisa menaruh harapan besar pada langkah nyata pemerintah.

“Kami sangat berharap ke depannya hama ini bisa benar-benar ditanggulangi. Dengan kondisi gunung-gunung yang mulai gundul, babi hutan jadi sangat cepat berkembang biak dan makin susah diantisipasi secara mandiri. Sekarang kami hanya bisa berharap ada keajaiban dan bantuan nyata agar hama ini berkurang, sehingga kami bisa kembali bertani tanpa dihantui gagal panen,” ungkap salah seorang petani dengan nada pasrah.

Melalui penanganan terpadu yang melibatkan TNI, pemburu profesional, dan dinas terkait, masyarakat Cidolog berharap keseimbangan ekosistem dapat kembali terjaga dan sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi mereka bisa segera pulih.

(Wa Uloh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *